Hikmah Khalid bin Walid Tak Menghanguskan Gereja dan Penghuninya

Syahdan Nurdin, banjirembun

VIVA – Kisah ini bermula saat Khalid bin Walid berhasil melakukan pembebasan di wilayah al-Anbar, Irak. Tak lama setelah itu beliau bergerak melanjutkan syiar dan dakwah Islam ke arah timur menuju Ayn al-Tamr. Suatu kota kuno yang dekat dengan tempat suci bagi kaum Syi'ah, Karbala.

Pada saat itu sekitar tahun 633 M, kondisi Ayn al-Tamr merupakan wilayah yang banyak pohon kurma. Di sana, kedatangan Khalid disambut perlawanan oleh pasukan yang dipimpin Aqqah. Seorang warga Arab yang berkoalisi dengan pemimpin setempat dari kerajaan Persia (Sassaniyah).

Bagi Khalid seorang panglima perang yang piawai dan ulung, pertempuran itu dimenangkan mudah. Tanpa menumpahkan darah, Aqqah beserta hampir seluruh pasukannya yang berasal dari Arab ditawan. Sementara, sebelumnya mereka semua telah melanggar perjanjian dengan umat Islam.