Hikmah Pandemi Covid-19 ala Anak Buah Sri Mulyani

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Staf khusus (Stafsus) Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo mengakui kehadiran pandemi Covid-19 tidak meluluh membawa dampak negatif terhadap perekonomian negara. Sebab, kehadiran pandemi ini juga mampu meningkatkan transparansi pengelolaan anggaran belanja pemerintah pusat maupun daerah.

"Jangan-jangan belanja kita ini ada yang tidak prioritas, ada yang tidak penting, itu kelihatan sekarang!," ucapnya dalam dalam acara Dialog Produktif bertajuk Jaga Kebugaran Keuangan di Masa Pandemi, Rabu (30/6/2021).

Selain itu, dampak pandemi Covid-19 ini juga mampu mewujudkan fleksibilitas dalam penggunaan belanja pemerintah pusat maupun daerah. Sehingga, belanja yang dilakukan oleh pemerintah tidak lagi bersifat kaku.

"Jadi, kalau selama ini punya belanja negara, belanja daerah itu relatif baku polanya rutin seperti itu, dengan Covid-19 kita diajak berhenti lalu memikirkan ulang," tegasnya.

Alhasil, saat ini, proses penyusunan recofusing ataupun realokasi anggaran belanja pemerintah pusat dan daerah menjadi lebih mudah dilakukan. Dengan begitu, pemerintah bisa memaksimalkan anggaran hasil recofusing untuk membiayai berbagai program penanganan pandemi Covid-19.

"Seperti untuk memberikan bansos dan stimulus ekonomi. Itu ternyata bisa kita lakukan," tandasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Dana Pemda yang Parkir di Bank Tembus Rp 194,5 Triliun

Tumpukan uang kertas pecahan rupiah di ruang penyimpanan uang
Tumpukan uang kertas pecahan rupiah di ruang penyimpanan uang

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, jumlah simpanan pemerintah daerah di bank tercatat telah mencapai Rp 195,54 triliun per 30 April 2021

Sejak awal tahun, simpanan daerah di bank sudah tembus Rp 133,5 triliun dan naik mencapai Rp 163,95 triliun di bulan Februari.

"Naik ke Rp 182 triliun di Maret dan sekarang Rp 194 triliun," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (24/5/2021).

Pada periode Januari-April 2021, dana simpanan pemda di bank mencapai Rp 61,04 triliun dengan saldo rata-rata akhir tahun selama 3 tahun sebesar Rp 96 triliun.

Adapun, simpanan pemda yang terparkir di bank ini paling banyak berasal dari Jawa Timur yaitu Rp 25 triliun, Jawa Tengah yaitu Rp 19 triliun dan Jawa Barat Rp 18 triliun.

"Ini masih jadi PR kita. Kalau harus sinkronisasi dimana APBN bekerja kerja membantu belanja masyarakat, di daerah malah belum jadi penggerak yang tinggi," ujar Sri Mulyani.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel