Hilang 79 Tahun Lalu, Kapal Selam Amerika Ternyata Terkubur di Laut RI

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 3 menit

VIVA – Indonesia dikejutkan dengan peristiwa hilangnya kapal selam militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut, KRI Nanggala-402 di perairan utara Laut Bali pada 21 April 2021.

Peristiwa ini dianggap yang pertama kali terjadi di Indonesia. Namun ternyata dari penelusuran VIVA Militer, berdasarkan keterangan resmi Pusat Sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat, jauh sebelum KRI Nanggala-402 hilang, ada sebuah kapal selam militer negeri Paman Sam terlebih dahulu raib di perairan Indonesia.

Kapal selam militer Amerika Serikat yang hilang di Indonesia adalah USS Shark (USS-174) milik angkatan laut atau US Navy dari Armada Asiatik. Kapal selam kelas Porpoise itu dilaporkan hilang dalam pelayaran di Selat Makassar, Sulawesi Selatan. Peristiwanya terjadi 79 lalu, yakni pada tahun 1942.

Jadi kisahnya begini, awalnya kapal yang dibuat Perusahaan Kapal Listrik , Groton, Connecticut pada 1933 itu merupakan armada kapal selam US Navy untuk beroperasi di Atlantik. Selain itu, kapal selam ini juga pernah memperkuat armada tempur di pangkalan Pearl Harbour sebelum dipindah ke Armada Asitik.

USS Shark USS-174 pertama kali masuk ke Indonesia yakni ke Surabaya, tujuan untuk mengangkut Panglima Armada Asiatik, Laksamana Thomas C.Hart dan setelah itu dengan dikomandani Letnan Komandan L. Shanem, kapal selam ini malah lebih banyak berlayar di sekitar perairan Indonesia.

Saat itu Perang Dunia II belum lama meletus dan posisi USS Shark (USS-174) tidak aman, sebab hampir di semua perairan di Asia keselamatannya terancam oleh armada perang Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Ketika dalam pelayaran ke Surabaya dari pangkalan Armada Asiatik di Manila, USS Shark (USS-174) hampir saja hancur diterjang torpedo yang ditembakkan kapal selam Jepang.

Selama di Indonesia, USS Shark (USS-174) pernah diperintahkan berlayar ke Pulau Ambon, untuk menjaga pulau itu dari serangan besar-besaran Jepang. Kemudian pernah juga bergabung dengan armada kapal selam Amerika lainnya untuk berpatroli di Selat Malaka.

Nah pada 2 Februari 1942, pangkalan Angkatan Laut Amerika di Surabaya mendapat laporan bahwa USS Shark (USS-174) sedang berada 16 kilometer dari Pulau Tidore untuk menyerang kapal Jepang tapi serangan torpedonya dilaporkan gagal mengenai sasaran.

Lima hari kemudian, USS Shark (USS-174) dilaporkan mengejar sebuah kapal kargo musuh yang kosong menuju timur laut. Pangkalan di Surabaya sempat mengingatkan akan dampak jika ternyata kapal kargo itu hanya sebagai jebakan agar posisi USS Shark (USS-174) terdeteksi Angkatan Laut Jepang.

Pada 8 Februari 1942, USS Shark (USS-174) diperintahkan menuju Selat Makassar dengan mengambil rute pelayaran pantai utara Sulawesi. Ternyata misi itu menjadi yang terakhir bagi USS Shark (USS-174), setelah sempat memberikan laporan terakhir ke pangkalan Surabaya, USS Shark (USS-174) dinyatakan raib tanpa jejak dan pada 7 Maret 1942 dicatat hilang karena tersesat.

Sejak saat itu tak ada yang mengetahui keberadaan USS Shark (USS-174), sampai akhirnya Jepang mengeluarkan catatan pertempuran anti-kapal selam yang telah terjadi. Ada tiga laporan yang terbit kala itu, dan Amerika meyakini USS Shark (USS-174) menjadi korban dari serangan Jepang itu.

Catatan pertama disebutkan terjadi serangan anti kapal selam di timur Manado, Sulawesi Utara pada 11 Februari 1942. Lalu kedua serangan di laut utara Kendari di pantai tenggara Sulawesi pada 4 Februari 1942. Dan terakhir serangan di laut timur Kendari yang tejradi pada 21 Februari 1942.

Pada 1944 Jepang juga mengeluarkan siaran pers dan mengklaim telah mengancurkan kapal selam Amerika di Selat Manipa pada Februari 1942. Namun, Amerika tidak begitu yakin dengan laporan itu, sebab di rute pelayaran USS Shark (USS-174) juga ada armada kapal selam Belanda dan Inggris.

Dalam keputusan catatan sejarah terakhirnya, Angkatan Laut Amerika menuliskan bahwa USS Shark (USS-174) terkubur di dasar laut sekitar Selat Makassar akibat serangan Jepang.

"Tenggelam oleh kapal perusak Jepang Yamakaze di Selat Makassar, 120 kilometer sebelah timur Manado, Sulawesi," tulis Pusat Sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat.

Dan USS Shark (USS-174) dicatat mengalami nasib nahas pada 11 Februari 1942. Sebanyak 59 awak kapal selam itu dinyatakan gugur. Dan USS Shark (USS-174) sebagai kapal selam pertama Amerika Serikat yang hilang selama berlangsung perang anti kapal selam di perang dunia.