Hilang Saat Spear Fishing, Tim SAR Cari Kadek Astawan di Perairan Buleleng

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Denpasar Bermula saat Kadek Astawan bersama 5 rekannya melaut dengan cara spear fishing (memancing menggunakan tombak). Namun ketika di tengah lautan, warga Banjar Dinas Loka Segara, Pemuteran itu yang menyelam berburu ikan hingga kurang lebih 6 jam tak muncul ke permukaan.

Astawan dikabarkan hilang saat spear fishing atau mencari ikan di dalam laut dan tak muncul ke permukaan, sementara rekan-rekannya sudah berkumpul di atas perahu namun ia tak muncul juga ke permukaan dari pukul 07.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita.

Rekan-rekannya kemudian meminta bantuan kepada warga dan Basarnas Bali. Mendapat laporan dari rekan-rekan korban Basarnas langsung menurunkan personel untuk melakukan pencarian dengan menyisir dari lokasi pertama korban berenang mencari ikan secara spear fishing hingga menyisir perairan di sekitarnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Bali, Gede Darmada menjelaskan pihaknya langsung menerjukan 6 personel untuk melakukan pencarian korban.

Cuaca Hujan Pencarian Dihentikan Sementara

"Kami terima laporan sekira pukul 16.10 Wita. Bahwa warga yang tengah spear fishing dan hilang. Kami langsung turunkan 6 personel untuk mencari keberadaan korban dari pos SAR Buleleng," kata Gede kepada awak media, Selasa (26/1/2021).

Ia melanjutkan korban bersam rekan-rekannya sebelum menyelam mencari ikan perahu mereka merapat di rumpon depan hotel Taman Sari Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. "Mulai pencarian dari titik awal korban menyelam dan tak muncul," ujar dia.

Sementara itu, tim SAR melakukan pencarian menggunakan RIB dengan fokus penyisiran di seputaran rumpon. Proses pencarian dilakukan bersama SAR gabungan yang terlibat dalam upaya pencarian diantaranya Basarnas Bali, BPBD Kabupaten Buleleng, Pos TNI AL Celukan Bawang, Polair Celukan Bawang, pihak keluarga dan Nelayan setempat.

"Hingga pukul 18.52 Wita korban belum berhasil ditemukan dan operasi SAR dilanjutkan besok pagi. Pencarian kami hentikan karena terlalu beresiko, dihadapkan pada jarak pandang terbatas dan cuaca mulai hujan, sehingga diputuskan melanjutkan pergerakan SRU besok pagi," ucapnya.