Hilang Selama 42 Tahun, Pria Ini Akhirnya Temukan Kembali Cincinnya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebagian besar orang mungkin pernah kehilangan cincinnya tanpa sengaja. Namun pernahkah kalian terbayangkan bagaimana jadinya jika cincin yang hilang tersebut kembali ditemukan usai 42 tahun lamanya?

Hal inilah yang dialami oleh pria asal Tennessee bernama Terry Bruce. Dilansir dari UPI, Terry kehilangan cincinnya saat SMA dan berhasil menemukannya 42 tahun kemudian.

Terry kehilangan cincinnya tersebut saat sedang melakukan permainan piring terbang bersama teman-temannya. Terry mengatakan dia sedang melempar frisbee dengan teman-temannya di Percy Warner Park pada 1979 ketika cincinnya terlepas dari tangannya saat dilempar.

"Tak perlu dikatakan, kami mencoba mencarinya sampai hari gelap. Tidak berhasil sama sekali," kata Bruce kepada WTVF-TV.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Berhasil Ditemukan

foto: YT NewsChannel 5
foto: YT NewsChannel 5

Courtney Eoff mulai menjadi sukarelawan tahun ini di Franklin High School, dan posisi baru itu mengingatkannya pada cincin yang ditemukan suaminya terkubur 7 inci di bawah tanah di Percy Warner Park sekitar delapan tahun sebelumnya.

Eoff mengatakan dia memutuskan untuk menggunakan posisi barunya untuk mencoba menemukan pemilik cincin berinisial T.A.B itu. Eoff menemukan hanya dua siswa yang memiliki inisial yang cocok pada tahun 1978, dan hanya satu dari mereka yang kehilangan cincin.

"Dia berkata, "Kamu tidak akan percaya ini, tapi kurasa aku punya cincinmu"," kenang Bruce.

Bruce mengunjungi sekolah menengah itu dan diberikan cincinnya yang telah lama hilang. Reuni itu direkam dalam video dan diposting ke akun YouTube Franklin High. Bruce mengatakan bahwa dia berencana untuk membersihkan dan mendetailkan cincin itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel