Hilirisasi dan Perizinan Jadi Strategi Menteri Bahlil Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengatakan percepatan izin untuk investasi di Indonesia merupakan salah satu kunci mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Hal ini sejalan dengan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak memperlambat izin untuk investor dalam dan luar negeri.

"Pengusaha dan investor butuh empat hal yaitu kepastian dalam mengurus izin, efisiensi atau jangan biayanya terlalu besar, transparansi karena kadang menteri sudah teken izin tapi kabid-nya belum memberikan, dan keempat kecepatan," kata Bahlil Lahadalia dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021 pada Kamis (29/4/2021).

Perlambatan pemberian izin, kata Bahlil, akan memberikan berbagai dampak mulai dari menghambat lapangan kerja baru, serta menahan potensi pendapatan negara dan menahan laju pertumbuhan ekonomi.

"Menahan izin sama dengan menahan pertumbuhan laju ekonomi nasional. Bagaimana ekonomi naik kalau interaksi ekonomi tidak jalan karena interaksi jalan kalau ada izin," tuturnya.

Lebih lanjut, Bahlil mengatakan pemerintah memiliki serangkaian strategi untuk mendorong investasi di Indonesia. Target investasi di Indonesia mencapai Rp 900 triliun pada 2020 dan Rp 5 ribu triliun sampai pada 2024.

Salah satu strateginya dengan berorientasi pada hilirisasi. Arah kebijakan pemerintah dalam memprioritaskan sektor investasi mengacu pada visi misi presiden yaitu transformasi ekonomi, dan dalam hal ini berkaitan dengan nilai tambah yang berorientasi pada hilirisasi.

Fokus Hilirisasi

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Bahlil mengatakan BKPM merumuskan lima poin yang menjadi bagian fokus pemerintah untuk meningkatkan hilirisasi. Pertama, investasi di sektor kesehatan. Saat ini, Indonesia mengimpor hampir semua alat kesehatan dan bahan baku obat-obatan.

Kedua, di sektor otomotif dan fokus ketiga adalah sektor pertambangan. Fokus keempat adalah infrastruktur dan kelima di sektor energi baru terbarukan.

Selain itu, sektor-sektor pariwisata, kelautan, perkebunan, dan kehutanan juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam skala prioritas tersebut.

"Khusus mengenai strategi dalam meningkatkan hilirisasi tambang dan mobil, kami harus mengatakan bahwa proses rencana desain untuk meningkatkan nilai tambah ore nikel sekarang sudah on track. Sekarang kita mendorong investor yang mau masuk untuk membangun nikel tidak boleh lagi ekspor ore-nya, tapi dia harus membangun smelternya," ungkap Bahlil.

Menurutnya, Indonesia sebentar lagi akan membangun pusat industri baterai mobil dunia. Setidaknya ada dua perusahaan asing yang akan mendukung ekosistem baterai di Indonesia yaitu Contemporary Amperex Technology (CATL) dengan nilai investasi USD 5,2 miliar dan LG Group USD 9,8 miliar.

"LG dengan grupnya sudah teken MoU dan sudah groundbreaking pada Juni-Juli untuk baterainya," katanya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: