Hina SBY dan AHY, Guru Besar USU: Di Mana Salahnya

Siti Ruqoyah, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Yusuf Leonard Henuk angkat bicara kenapa dirinya berani menyerang Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY dengan menyebut 'Bapak Mangkrak Indonesia' dan menyerang putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono menyebut AHY bodoh sekali di Twitter.

"Kami berdua adalah profesor, kalau ada yang salah, saling koreksi lah. Kalau SBY salah, saya koreksi, tanggapi lah," ungkap Yusuf saat dikonfirmasi VIVA, Rabu siang, 13 Januari 2021.

Yusuf menilai cuitannya tersebut, adalah permasalahan personal, tidak ada kaitan dengan Partai Demokrat. Ia hanya meluruskan apa disampaikan SBY dan AHY di akun Twitter mereka.

"Ini Demokrat yang panas, ini tidak ada kaitan dengan Demokrat. Hanya kami berdua, oke dia (SBY) tidak terima dengan postingan. Klarifikasi saya, biar saya tahu di mana salahnya," ungkap Yusuf.

Leonard pendukung setianya Presiden Joko Widodo, bila ada pihak mengkritik dan menyindir Presiden ke-7 itu, pasti akan diserang dan kritik balIk oleh guru besar USU itu.

"Saya pendukung Jokowi, saya seperti ini. Karena, banyak tidak suka saya ini. Tapi, ini lah saya. Kapasitas saya sama dia (SBY) sama-sama profesor. Kemudian, Undang Undang Tahun 2015, tentang tugas guru besar mencerdaskan bangsa. Kalau SBY salah, saya luruskan lah," tutur Yusuf.

Yusuf mengungkapkan, ada keliruan atas status Twitter SBY. Apalagi, mantan presiden ada menyudutkan pemerintah Indonesia atas penyediaan vaksin COVID-19 di Tanah Air ini.

"Dia (SBY) bilang ada chaos, mau dia didengar, seakan-akan mengiring opini chaos," sebut Yusuf.

Leonard dalam Twitter-nya, @ProfYLH menyebut AHY bodoh sekali. Ia menyatakan demikian karena menanggapi pernyataan AHY soal tragedi kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182. Kritik yang disampaikan itu, dinilai Leonard tidak tepat.

"AHY sudah klarifikasi tentang pesawat jatuh kan. Kalau saya mau dilapor polisi, silakan. Pagi sudah saya lawan orang Demokrat, dibilang saya gila, bilang saya sakit jiwa dari mana, saya masih sehat-sehat saja," tutur Yusuf.