Hindari 4 Makanan Ini untuk Cegah Masalah Jerawat Meradang

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Menuntaskan masalah kulit, terutama jerawat, membutuhkan perhatian yang ekstra. Banyak faktor yang dapat mendukung pertumbuhan jerawat pada wajah dan kulit. Hal ini pun berlaku pada faktor makanan yang kita konsumsi sehari-hari.

Data dari The National Institutes of Health, dikutip dari healthline.com, menunjukkan bahwa makanan yang kita konsumsi dapat berpengaruh kepada masalah jerawat. Penelitian menunjukkan bahwa makanan berperan penting dalam pertumbuhan jerawat. Terdapat beberapa jenis makanan yang dapat meningkatkan frekuensi pada jerawat sebanyak 10 persen.

TERKAIT: 5 Kandungan Serum Mampu Menghilangkan Jerawat dan Bekasnya Cocok untuk Pria dan Perempuan

TERKAIT: Keahlian MUA Makeover Wajah Pengantin dengan Penuh Jerawat Jadi Flawless

TERKAIT: Mengatasi Kulit Kusam hingga Jerawat dalam 7 Hari dengan Serum Sachet

Faktor makanan pun menjadi penting ketika kita ingin menuntaskan masalah jerawat. Maka dari itu, penting untuk Sahabat Fimela mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya dihindari untuk mencegah jerawat meradang. Berikut informasinya.

Produk Dairy

Susu dapat meningkatkan produksi insulin pada tubuh (unsplash.com/Jagoda Kondratiuk)
Susu dapat meningkatkan produksi insulin pada tubuh (unsplash.com/Jagoda Kondratiuk)

Produk dairy seperti susu dan yogurt dapat mendistribusikan tingkat insulin atau gula berlebih pada tubuh. Hal ini akan meningkatkan potensi tumbuhnya jerawat, bahkan memperparah keadaannya.

Hal ini ditunjukkan oleh penelitian, dikutip dari thedermspecs.com, bahwa orang-orang yang mengonsumsi susu secara rutin memiliki potensi untuk menderita masalah jerawat. Sahabat Fimela yang secara rutin mengonsumsi susu, dapat mengganti opsi ke susu yang terbuat dari kacang-kacangan, seperti almond milk dan cashew milk.

Produk dengan gula

Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan produksi minyak dalam tubuh (unsplash.com/Laura Briedis)
Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan produksi minyak dalam tubuh (unsplash.com/Laura Briedis)

Produk dengan kandungan gula dan karbohidrat tinggi dinyatakan memiliki potensi meningkatkan produksi jerawat pada wajah. Sebuah penelitian menyatakan bahwa orang yang mengonsumsi gula tambahan memiliki risiko 30 persen lebih besar untuk menyebabkan tumbuhnya jerawat.

Insulin berlebih pada tubuh akan meningkatkan produksi minyak pada wajah, sehingga produksi sebum juga meningkat. Produksi sebum berlebih dapat menyumbat folikel rambut dan pori-pori. Hal ini akan memicu jerawat yang tumbuh semakin meradang.

Fast food

Minyak berlebih pada fast food memengaruhi keseimbangan hormon (pexels.com/Jonathan)
Minyak berlebih pada fast food memengaruhi keseimbangan hormon (pexels.com/Jonathan)

Fast food atau makanan cepat saji memiliki kandungan yang kaya akan kalori, lemak dan karbohidrat tambahan. Makanan cepat saji ini memiliki risiko untuk meningkatkan produksi jerawat pada wajah.

Kandungan minyak yang tinggi pada makanan cepat saji akan mempercepat produksi sebum pada wajah, bahkan menganggu keseimbangan hormon pada tubuh. Untuk mengganti makanan cepat saji, Sahabat Fimela bisa menyiasatinya dengan membuat makanan cepat saji ala dirimu dengan bahan-bahan yang lebih sehat.

Produk coklat

Coklat susu atau coklat putih menjadi pemicu jerawat meradang (unsplash.com)
Coklat susu atau coklat putih menjadi pemicu jerawat meradang (unsplash.com)

Coklat dikenal sebagai musuh untuk masalah jerawat. Namun sebenarnya, jika kita mengonsumsi coklat tanpa bahan tambahan seperti gula dan susu, coklat memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Coklat memiliki kandungan yang kaya akan vitamin A, C, E dan zinc yang baik bagi tubuh.

Penelitian telah membuktikan bahwa coklat dengan kandungan susu dan gula yang tinggi dapat meningkatkan potensi tumbuhnya jerawat pada wajah. Ganti konsumsi coklat susu atau coklat putih, dengan produk coklat yang memiliki persentase yang tinggi akan kandungan cacao.

Penulis: Meisie Cory

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel