Hindari 5 Kebiasaan Ini Saat Mengonsumsi Minuman untuk Turunkan Berat Badan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Biasanya, seseorang akan fokus untuk mengontrol porsi atau jumlah kalori makanan yang dikonsumsi untuk menurunkan berat badan. Namun, mengontrol minuman yang dikonsumsi juga berperan dalam proses penurunan berat badan.

Hal tersebut sering kali luput dari perencanaan seseorang yang sedang menjalani diet. Pasalnya, beberapa jenis minuman tertentu seperti minuman yang mengandung gula berpotensi untuk mengagalkan diet dan justru menaikkan berat badan.

Dengan demikian, penting untuk memperhatikan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Melansir dari Times of India, Rabu (29/9/2021), simak 5 kebiasaan dalam mengonsumsi minuman yang harus Anda hindari ketika ingin menurunkan berat badan.

1. Jus Buah Kemasan

Buah dan sayur bisa kamu konsumsi dalam bentuk jus untuk meningkatkan daya tahan tubuh (Foto: Wiki Wiki Juice & Health Bar)
Buah dan sayur bisa kamu konsumsi dalam bentuk jus untuk meningkatkan daya tahan tubuh (Foto: Wiki Wiki Juice & Health Bar)

Kebiasaan untuk mengonsumsi jus buah sangat baik untuk kesehatan. Jus buah memiliki banyak vitamin dan mineral yang membantu tubuh untuk menjalankan semua fungsi internal dengan baik dan membantu proses penurunan berat badan.

Namun, manfaat tersebut bisa ditemukan saat mengonsumsi jus buah yang segar. Sebaliknya, jus buah kemasan yang sering dijual di supermarket memiliki kandungan gula yang bisa mengagalkan proses penurunan berat badan.

Selain itu, jus buah kemasan juga mengandung pengawet tidak baik bagi kesehatan.

2. Teh Manis

Teh menjadi minuman favorit yang bisa dinikmati saat seseorang ingin menurunkan berat badan. Jenis teh yang memiliki manfaat untuk kesehatan di antaranya teh hijau, teh hitam, hingga teh herbal.

Penting bagi Anda yang sedang menjalani diet untuk tidak mengonsumsi teh manis kemasan yang dijual di pasaran. Satu botol teh manis diketahui mengandung 200-450 kalori. Jadi, Anda bisa mencari alternatif yang lebih sehat dan minum teh yang dibuat sendiri.

3. Minuman Energi

Minuman berenergi (Foto: uhhospitals.org)
Minuman berenergi (Foto: uhhospitals.org)

Setelah berolahraga, tentunya Anda ingin mengonsumsi minuman yang bisa mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Akan tetapi, minuman energi (energy drink) bukan pilihan yang tepat untuk dikonsumsi.

Minuman energi memiliki kandungan gula dan zat perisa yang bisa menyebabkan peradangan dalam tubuh. Anda bisa mengganti minuman energi tersebut dengan mengonsumsi air kelapa, infused water, atau buah segar.

4. Alkohol

Ketika ingin menurunkan berat badan, Anda harus memperhatikan asupan alkohol yang masuk ke dalam tubuh. Kebanyakan alkohol memiliki kalori yang tinggi.

Satu botol kecil alkohol mengandung 208 kalori. Wiski, Tequila, dan Gin adalah minuman beralkohol dengan kandungan kalori yang relatif lebih sedikit. Jika ingin mengonsumsi minuman beralkohol, lakukan hanya satu kali dalam seminggu.

5. Kurangnya Asupan Air

Ilustrasi Mengonsumsi Air Mineral Credit: unsplash.com/Dylan
Ilustrasi Mengonsumsi Air Mineral Credit: unsplash.com/Dylan

Memperhatikan asupan air yang masuk ke dalam tubuh sering kali diabaikan. Padahal, asupan air yang cukup sangat diperlukan dalam proses penurunan berat badan.

Air membantu untuk membuang racun dalam tubuh, meningkatkan metabolisme, dan mencegah kebiasaan mengunyah yang tidak sehat. Usahakan minum air putih minimal 2 sampai 3 liter setiap harinya.

Reporter: Shania

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel