Hindari 6 Hal Ini Jika Ingin Lolos Wawancara Kerja

Merdeka.com - Merdeka.com - Wawancara kerja menjadi tahap penentu bagi calon karyawan untuk mendapat posisi pekerjaan yang mereka impikan. Meski demikian, tahapan ini memang tidak mudah karena kandidat harus melewati berbagai pertanyaan hingga tes.

Dahulu kandidat yang akan diwawancarai pasti diminta hadir secara langsung ke perusahaan untuk bertemu HR. Namun, hadirnya Pandemi COVID-19 dan beragam kemudahan yang ditawarkan oleh perkembangan teknologi akhirnya mengubah cara konvensional ini.

Banyak perusahaan juga beralih untuk melakukan wawancara dengan menggunakan aplikasi konferensi video online seperti Google Meet dan Zoom Meeting. Bagi pihak perusahaan, interview online dapat meningkatkan efisiensi waktu karena perpindahan proses interview dari kandidat satu ke lainnya hanya perlu waktu beberapa menit saja.

Bagi kandidat, cara ini juga memiliki keuntungan tersendiri karena tidak perlu keluar biaya transportasi dan hemat waktu karena dapat dilakukan di mana saja. Namun, meskipun terkesan lebih fleksibel, wawancara secara online memiliki tantangan tersendiri.

Jika Anda mendapat undangan wawancara kerja, berikut hal-hal yang harus dihindari dan perbaiki jika ingin kesempatan kamu untuk lolos wawancara kerja, dikutip JobStreet.

1. Menunda memberi konfirmasi

Bukan hanya saat wawancara berlangsung, membangun kesan baik di hadapan perekrut dimulai sejak Anda mendapatkan pemberitahuan lolos untuk tahap wawancara. Pada tahap komunikasi awal inilah sangat penting untuk memberikan respons yang baik. Pastikan Anda membalas dan mengonfirmasi kehadiran untuk wawancara sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.

Jika ternyata waktu yang ditawarkan tidak memungkinkan, Anda boleh saja meminta jadwal ulang. Tentunya, Anda harus ingat bahwa pewawancara juga perlu mengatur ulang jadwalnya. Karena itu, pastikan menulis email memohon reschedule dengan sopan dan profesional.

Jika ternyata Anda sudah menandatangani kontrak dengan perusahaan lain sehingga harus menolak undangan interview, pastikan mengirimkan email menolak tawaran dengan tepat sehingga Anda tetap bisa menjaga integritas dan reputasi sebagai seseorang yang fair dan profesional. Selain itu, Anda tidak pernah tahu kemungkinan di masa depan untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan tersebut. Karena itu menjaga hubungan baik adalah sebuah keharusan.

2. Tidak melakukan riset tentang perusahaan

Pewawancara pastinya ingin tahu sejauh mana Anda mempersiapkan diri untuk bekerja. Jika Anda benar-benar berniat untuk bekerja di sana, tentunya Anda ingin belajar lebih banyak mengenai perusahaan tempatmu berkontribusi nanti. Dengan menunjukkan bahwa Anda punya wawasan tentang perusahaan tersebut, pewawancara pastinya akan lebih yakin bahwa kamu sangat berminat dan merupakan salah satu kandidat terbaik.

Karena itu, mulailah mempelajari visi, misi, bidang industri yang dikembangkan perusahaan, portofolio, serta tujuan jangka pendek dan panjang yang ingin dicapai oleh perusahaan. Semua informasi mengenai hal tersebut biasanya dapat ditemukan dalam website atau sosial media milik perusahaan.

Pelajari informasi tersebut lalu pikirkan apakah akan cocok dengan perencanaan karir yang Anda miliki. Selain untuk lebih mempersiapkan diri, mencari tahu hal seperti ini akan membantu Anda mendapat gambaran untuk beradaptasi jika nantinya diterima.

3. Tidak berlatih menjawab pertanyaan interview kerja

Selain memiliki kualifikasi yang dibutuhkan, memberikan jawaban-jawaban yang tepat juga menjadi faktor yang meyakinkan perekrut bahwa Anda adalah kandidat terbaik bagi posisi tersebut. Karena itu, Anda harus mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul saat wawancara dan mempersiapkan jawabannya.

Mulai dari menyusun deskripsi singkat diri, pelajaran dan pengalaman yang Anda dapatkan dari pekerjaan sebelumnya, motivasi diri yang menjadi penentu apakah Anda akan bertanggungjawab dengan pekerjaan, hingga tujuan karirmu.

4. Berpakaian kurang sopan

Bagi sebagian orang yang telah biasa bekerja remote, sering kali berpakaian seadanya dan senyamannya saat hadir dalam ruang virtual telah menjadi kebiasaan. Meskipun begitu, pakaian interview kerja online tetap harus sopan dan profesional secara menyeluruh. Hal ini penting untuk menghindari impresi buruk yang mungkin secara tidak sadar disebabkan oleh penampilanmu.

Sebaiknya, Anda bangun maksimal 1 jam sebelum wawancara dimulai dan sudah benar-benar bersih, rapi, dan siap untuk fokus memulai wawancara 30 menit sebelum waktu yang dijadwalkan. Ada baiknya juga Anda sudah bergabung ke dalam ruang meeting virtual 10-15 menit lebih awal.

5. Memberikan bahasa tubuh yang negatif

Gestur tubuh saat interview sering kali digunakan untuk mengetahui kepribadian yang dimiliki oleh seseorang. Karena itu, pastikan Anda duduk dengan tegak, tidak membungkuk, dan tidak bersandar santai di kursimu. Hal ini menunjukkan keseriusanmu menghadapi proses wawancara dan sikap menghormati lawan bicaramu.

Selain itu, tunjukkan ekspresi yang antusias, dengarkan dengan seksama pertanyaan yang diberikan perekrut sebelum menjawab, dan jangan sampai Anda memotong penjelasan interviewer. Karena tidak bisa secara langsung menjaga kontak mata dengan interviewer secara online, Anda dapat fokus menatap kamera atau layar gadget untuk menunjukkan bahwa kamu fokus dan sepenuhnya hadir terlibat dalam proses wawancara ini.

Hindari membuat catatan contoh jawaban wawancara untuk dibaca saat baca wawancara berlangsung karena perekrut tentunya dapat melihat hal ini. Selain itu, jawabanmu akan terkesan tidak natural karena Anda terpaku pada catatan tersebut.

6. Melewatkan kesempatan bertanya kepada perekrut

Proses wawancara dapat menjadi awal langkah mencapai tujuan karir yang diinginkan. Karena itu, jangan lewatkan kesempatan penting untuk tahu lebih banyak informasi langsung dari perekrut yang mengenal seluk-beluk perusahaan. Informasi ini dapat Anda gunakan untuk menentukan apakah perusahaan ini memberi kemudahan dalam penyusunan perencanaan karirmu, dan sesuai dengan tujuan karir ideal yang diinginkan.

Jadikanlah momen ini untuk menunjukkan semangat dan ketertarikanmu untuk mempelajari banyak hal tentang perusahaan tersebut dengan mengajukan berbagai pertanyaan penting untuk membangun impresi baik di hadapan perekrut. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel