Hindari 6 Kesalahan Soal Uang Ketika Masuk Usia 30 Tahun

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang menginginkan keadaan keuangan yang selalu stabil. Akan tetapi, sering kali orang tersebut tidak mampu berfokus pada tujuan keuangan seperti yang sudah direncanakan sejak awal. Pada akhirnya, terjadilah kesalahan dalam mengelola keuangan yang bisa merugikan.

Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi, mantan kepala di JPMorgan Asset Management Anne Lester membocorkan apa saja hal-hal yang termasuk ke dalam kesalahan mengelola keuangan.

Setidaknya ada enam kesalahan keuangan yang mungkin sering dilakukan tanpa sadar oleh seseorang yang mulai memasuki usia 30 tahunan.

Supaya Anda juga tidak salah langkah, berhati-hatilah dengan keenam kesalahan mengelola keuangan ini seperti melansir laman CNBC Make It, Jumat (7/1/2022)

1. Tidak memiliki dana darurat

Memiliki dana darurat adalah kunci untuk menghindari utang di kemudian hari. Terlebih ketika sudah memasuki masa pensiun.

Idealnya, dana ini perlu mencakup 3-6 bulan biaya hidup. Dengan demikian, Anda dapat mengatasi kejadian tak terduga yang terjadi. Itu seperti kehilangan pekerjaan atau membayar biaya medis yang cukup mahal.

Di samping itu, sebaiknya pula simpan dana darurat di rekening tabungan, bukan rekening investasi. Hal ini dilakukan supaya Anda dapat mengaksesnya dengan cepat ketika sedang membutuhkannya.

2. Tidak ikut asuransi

Masih banyak orang yang meremehkan pembelian asuransi. Terkadang bahkan ada yang berpikir tidak ada gunanya membayar sesuatu yang mungkin tidak akan pernah digunakan.

Padahal di balik itu, asuransi juga bisa sangat membantu. Misalnya ketika Anda mengalami kecelakan kerja atau akan melakukan pengobatan. Asuransi tersebut tentu akan memudahkan Anda dalam hal pembiayaan.

Jenis-jenis asuransi yang tidak harus dibeli, tetapi sangat Lester rekomendasikan antara lain.

• Asuransi jiwa berjangka, untuk menggantikan penghasilan Anda kepada pasangan atau anak-anak jika terjadi kematian.

• Asuransi kesehatan, untuk membantu pembiayaan tagihan medis yang besar.

• Asuransi cacat, untuk memastikan bahwa Anda dan keluarga dapat mempertahankan kehidupan ketika ada kecacatan atau tidak dapat bekerja.

• Asuransi penyewa, jika Anda tidak memiliki rumah, sehingga Anda dapat mengganti barang-barang Anda jika terjadi pencurian atau kerusakan akibat kebakaran, banjir, atau bencana lainnya.

3. Melakukan pembayaran minimum atas tagihan berbunga tinggi

Setelah punya anak, keuangan rumah tangga harus dikelola lebih bijak. Berikut tips-tipsnya. (FOTO: Unsplash/sandy millar).
Setelah punya anak, keuangan rumah tangga harus dikelola lebih bijak. Berikut tips-tipsnya. (FOTO: Unsplash/sandy millar).

Jika Anda memiliki pinjaman dengan tingkat bunga tinggi, misalnya di atas 5,8 persen, segera lunasi. Lester selalu menyarankan untuk membayarnya secepat mungkin sebelum Anda fokus pada pinjaman lain, seperti kredit mobil, pinjaman pelajar dengan tingkat bunga rendah, atau hipotek.

Di samping itu, mungkin lebih baikl bila Anda hanya melakukan pembayaran minimum pada pinjaman berbiaya rendah.

Hal itu dilakukan ketika sekaligus melunasi pinjaman berbiaya tinggi. Semakin cepat Anda melunasinya, semakin banyak uang yang Anda keluarkan untuk ditabung. Tentunya tabungan tersebut dengan tujuan keuangan lain yang penting di masa usia 30-an.

4. Membeli rumah terlalu banyak

Jangan hanya berpikir untuk membeli rumah. Anda juga harus memikirkan jangka panjang bagaimana menyisihkan sejumlah uang untuk merawat rumah tersebut.

Memiliki rumah lebih dari satu memang menyenangkan dan bisa menghasilkan kekayaan. Akan tetapi, itu tidak menjamin. Bagaimanapun, Anda tetap akan menghabiskan lebih banyak uang untuk pemeliharaan rumah.

5. Tidak semangat menabung untuk masa pensiun

Setelah punya anak, keuangan rumah tangga harus dikelola lebih bijak. Berikut tips-tipsnya. (FOTO: Unsplash/Fotografierende).
Setelah punya anak, keuangan rumah tangga harus dikelola lebih bijak. Berikut tips-tipsnya. (FOTO: Unsplash/Fotografierende).

Ketika Anda berusia 30-an, masa pensiun tentu masih terasa jauh. Namun, sekecil apa pun uang yang Anda sisihkan sebelum masa pensiun itu sangat berguna.

Oleh karena itu, cobalah sisihkan uang atau penghasilan Anda meskipun sedikit untuk tabungan di masa pensiun. Sebab, meskipun nominalnya tidak besar, jika dikumpulkan pasti akan banyak.

6. Menabung untuk anak sebelum menabung untuk diri sendiri

Adalah hal yang wajar jika Anda mengutamakan kebutuhan anak-anak di atas kebutuhan Anda sendiri ketika sudah menjadi orang tua. Namun, menabung untuk pendidikan perguruan tinggi anak-anak sebelum Anda menabung untuk masa pensiun itu adalah kesalahan besar.

Ada banyak cara untuk membayar kuliah, seperti beasiswa dan memilih sekolah atau pinjaman yang lebih murah. Akan tetapi khusus dana pensiun, tidak ada cara lain lagi yang bisa dilakukan selain menabung.

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel