Hindari Hoaks Terkait COVID-19, Cek di covid19.co.id

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Berita bohong alias hoaks sangat menyesatkan dan merisaukan masyarakat. Terlebih di saat pemerintah berusaha menangani pandemi COVID-19.

Kenyataannya memang banyak hoaks yang beredar khususnya di media sosial terkait vaksinasi. Hal ini disampaikan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian RI, dr Siti Nadia Tarmizi.

“Karena hoaks itu betul-betul membahayakan diri kita dan orang lain,” tegas dr Nadia, Jumat (15/7/2021).

Agar tidak mudah termakan hoaks, Nadia menyarankan masyarakat untuk memastikan berita itu berasal dari sumber resmi atau narasumber terpercaya.

Sumber resmi yang dimaksud Nadia antara lain situs KPCPEN yaitu covid19.co.id. Di situs ini ada kanal hoaks buster. Bisa juga mengakses aplikasi ecovid19.co.id yang bisa diunduh dari Playstore dan Appstore.

“Sudah banyak akses yang memudahkan kita untuk mengecek kebenaran informasiyang kita terima. Jadi jangan langsung percaya begitu saja dengan informasi yangberedar, khususnya di media sosial,” ujarnya.

Verifikasi dari Sumber Resmi

Hal senada disampaikan Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI), dr Hermawan Saputra.

“Hal itu harus diverifikasi supaya sejalan juga dengan tokoh agama dan MajelisUlama Indonesia (MUI),” katanya.

Menurutnya jika ada tokoh kesehatan, baik itu dokter, perawat, bidan yang memberikan perspektif terkait COVID-19, maka informasi tersebut harus diselaraskan apakah tokoh kesehatan ini mewakili institusinya, profesinya, atau ada di bawah lembaga yang betul-betul kredibel.

“Kemampuan kita memverifikasi dari sumber resmi, itu yang akan memudahkan kita juga mempertanggungjawabkan apa yang menjadi materi atau bahan dari diskusi,” katanya.

Infografis

Infografis hoaks ramalan Covid-19 dari masa lalu
Infografis hoaks ramalan Covid-19 dari masa lalu

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel