Hindari Hoax, Cek Tanya Jawab Dokter Seputar Vaksin COVID-19

Lutfi Dwi Puji Astuti, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Vaksin COVID-19 telah diberikan sejak awal tahun 2021 untuk mencegah penularan yang semakin luas, pun menekan gejala agar tak memberat. Kendati demikian, masih banyak pertanyaan seputar Vaksin COVID-19 lantaran masih terbilang baru di masyarakat.

Beberapa pertanyaan kerap menghampiri, seperti kondisi tertentu yang dianggap berbahaya untuk mendapatkan vaksinasi. Lantas, seperti apa faktanya? Berikut rangkumannya berdasarkan tanya jawab para pakar dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Kalau sudah lihat info seputar vaksin COVID-19 yang benar, jangan sampai kemakan hoax lagi ya!

Apakah seseorang dengan penyakit menahun dapat divaksinasi COVID-19?

Ketum PB Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PABDI), DR. Dr. Sally Aman Nasution, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, mengatakan bahwa hal itu aman. Penyandang penyakit menahun bisa divaksin asalkan tidak ada kondisi akut. Bila ragu, konsultasikan kepada dokter yang ahli di bidangnya.

Apakah penyintas penyakit jantung seperti gagal jantung dan penyakit jantung koroner dapat diberikan vaksin COVID-19?

Ketum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, DR. Dr. Isman Firdaus, SpJP, menjawab bahwa penyintas penyakit jantung (gagal jantung, penyakit jantung koroner, pasca prosedur intervensi/stent, atau pasca bedah jantung) yang stabil atau tanpa keluhan, bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19.

sementara, menurut Ketua Satgas COVID-19 PP PERKI, DR. Dr. Anwar Santoso, SpJP, penderita penyakit jantung akut atau tidak stabil dengan gejala sesak nafas, nyeri dada, berdebar, penurunan kesadara, ata tekanan darah > 180/110 mmHg belum direkomendasikan vaksinasi COVID-19.

Apakah orang dengan penyakit asma dapat divaksinasi?

Dijelaskan Ketum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, DR. Dr. Agus Dwi Susanto, SpJP(K), bahwa penderita asma yang terkontrol baik (gejala <2x per minggu, tak terbangun malam hari, tanpa keterbatasan aktivitas, dan tak butuh pelega >2x per minggu), boleh divaksinasi.

Apakah orang dengan riwayat alergi obat boleh dan aman diberikan vaksin?

Dibeberkan dokter spesialis penyakit dalam, DR. Dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI, alergi terhadap suatu obat, hanya memicu reaksi spesifik terhadap obat tersebut. Dan belum tentu muncul dengan konsumsi obat lain, termasuk vaksin COVID-19. Jadi, vaksinasi diperbolehkan.

Apakah ibu hamil dan ibu menyusui sudah dapat diberikan vaksinasi COVID-19?

"Ibu menyusui sudah boleh divaksin COVID-19, sedangkan untuk ibu hamil akan diberikan setelah melahirkan," ujar dokter spesialis kandungan, Prof. DR. Dr. Faried Anfasa Moeloek, SpOG.

Mengapa bayi dan anak-anak tidak divaksin COVID-19?

Ketum Ikatan Dokter Anak Indonesia, Prof. DR. Dr. Aman B. Pulungan, Sp.A(K) menegaskan bahwa bayi dan anak perlu dilindungi. Namun, vaksin COVID-19 untuk anak-anak masih menunggu hasil uji klinis. Sambil menunggu, ayo lengkapi imunisasi anak Anda sesuai rekomendasi.