Hindari Kecelakaan, Kemenhub Larang KRL Beroperasi Kala Banjir

Liputan6.com, Jakarta : Kementerian Perhubungan mengimbau agar jalur transportasi seperti kereta api dan kapal laut tidak beroperasi di saat kondisi banjir seperti saat ini. Hal itu untuk menghindari terjadinya kecelakaan fatal dan kerugian lainnya.

"Satu sampai dua hari belum berani mengubah kebijakan. Tetap jaga jangan sampai berlayar kapalnya dan KRL hentikan operasi saja dulu," kata dia, Rabu (19/1/2013).

Dia mengaku masih menunggu laporan soal kondisi transportasi secara keseluruhan. Pihaknya juga belum bisa memperhitungkan kerugian akibat terhentinya operasional transportasi seperti kereta api.

Dari pantauan sementara, ketinggian air di beberapa lokasi masih belum bisa dilewati. Pihaknya juga sedang menggelar rapat untuk membahas bantuan atau antisipasi banjir terhadap sektor transportasi.

"Pokoknya saya meminta stop dulu dan saya mendengar beberapa rangkaian kereta juga tidak jadi berangkat. Kapal laut besar boleh keluar tapi tertentu saja tapi yang kecil tidak boleh," tegas dia.

Seperti diketahui, hujan yang turun di kawasan Jakarta dan sekitarnya sejak dini hari tadi, menyebabkan sejumlah genangan tinggi di beberapa lokasi di ibukota.

Ibukota negara ini bahkan nyaris lumpuh akibat banjir yang melanda. Jalan-jalan ptotokol terendam air, kantor-kantor terpaksa tutup. Gubernur Joko Widodo pun mengumumkan Jakarta dalam situasi tanggap darurat menghadapi kondisi tersebut.

Status tanggap darurat tersebut berlaku terhitung mulai hari ini hingga 27 Januari 2013. "Kami nyatakan posisinya tanggap darurat," kata dia usai rapat gabungan dengan Menko Kesra, Agung Laksono, BNPB, BMKG, dan Kementerian PU. (Nur/Shd)