Hindari Makanan Ini Usai Disuntik Vaksin COVID-19

Donny Adhiyasa, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Saat ini pemerintah tengah gencar melakukan program vaksinasi COVID-19. Program vaksinasi ini diketahui menjadi salah satu cara untuk menekan angka penyebaran virus corona.

Melalui vaksinasi ini juga diharapkan akan timbulnya kekebalan kelompok atau herd immunity. Dengan terciptanya herd immunity sendiri dapat secara efektif menghentikan penyebaran penyakit tersebut (tertular).

Vaksinasi COVID-19 juga harus dilakukan sebanyak dua kali dengan jarak dua minggu diantara vaksinasi pertama dengan vaksinasi kedua.

Vaksinasi dilakukan sebanyak dua kali ini agar antibodi yang terbentuk secara maksimal untuk melindungi orang tersebut. Di tengah program vaksinasi ini juga, masyarakat juga penting memerhatikan makanan yang dikonsumsinya agar dapat terjadi pembentukan kekebalan yang maksimal.

"Vaksinasi yang itu menaikkan antibodi agar maksimal, prosesnya semuanya membutuhkan sumber vitamin dan mineral yang cukup selain protein lemak baik, kita butuh sayur dan buah. Jadi tidak bisa makan kita kurang seimbang," kata spesialis gizi klinik, dokter Cindiwaty Josito Pudjiadi, MARS, MS, SpGK, dalam virtual conference Kupas Tuntas Persiapan Menuju Era Post COVID bersama PT Kalbe, Selasa 9 Maret 2021.

Lebih lanjut, Cindi menjelaskan ada sejumlah makanan yang sebaiknya dihindari masyarakat saat sebelum atau sesudah melakukan vaksinasi COVID-19. Salah satunya adalah dengan menghindari konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh seperti makanan yang dimasak dengan proses digoreng.

"Makanan yang digoreng, makanan yang berlemak, daging berlemak itu dari penelitian yang lalu dikatakan dapat membantu menurunkan daya tahan tubuh jadi daya tahan tubuh kita akan menurun kalau kita mengonsumsi makanan tadi dan dia sifatnya lebih inflamasi jadi coba hindari atau batasi makanan yang bergoreng atau yang banyak minyak," jelas dia.

Selain itu, kata dia juga hindari makanan atau minuman yang tinggi akan gula. Sebab, dalam sebuah penelitian yang tengah dilakukan saat ini menyebut bahwa gula diketahui dapat berkontribusi dalam menurunkan daya tahan tubuh.

"Mungkin karena masih dalam penelitian kita belum tahu, tapi tidak ada salahnya kita lihat penelitian lalu membatasi makanan dan minuman yang tinggi gula. Jadi kita konsentrasi untuk makan makanan yang tinggi protein, rendah lemak, didukung sayuran dan buah-buahan yang cukup, lemak baik dari ikan laut atau minyak zaitun, minyak canola, tambah multivitamin silahkan," kata Cindi.