Hindari Pelecehan Seksual di Ponsel dengan Blokir Nomor Tidak Dikenal

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Aplikasi identifikasi nomor telepon dan pemblokir spam, Truecaller, menggelar inisiatif tahunan ‘Against Harassment’ untuk meningkatkan kesadaran tentang pelecehan seksual terhadap perempuan, khususnya yang melalui telepon dan/atau SMS.

Truecaller melakukan penelitian pada lima negara dengan kasus pelecehan seksual yang tinggi, yaitu Brasil, India, Kolombia, Mesir, dan Kenya. Hasil studi menunjukkan bahwa 80 persen perempuan pernah mengalami pelecehan dan gangguan melalui ponsel.

Baca: Xiaomi Hidupkan Lagi Aplikasi gara-gara Clubhouse

Gangguan yang dialami perempuan di negara-negara ini tidak jarang bersifat seksual. Misalnya, 1 dari 3 perempuan Mesir dan 1 dari 5 perempuan India pernah menerima telepon atau SMS pelecehan secara seksual. Mayoritas telepon atau SMS yang bersifat seksual ini datang dari orang tak dikenal, dan hanya sebagian kecil pelaku yang berhasil teridentifikasi.

Contoh-contoh dari perilaku pelecehan ini adalah meminta atau menerima gambar tak senonoh, memaksa korban untuk berdiskusi tentang seks, atau memberikan komentar tak senonoh tentang penampilan atau bagian tubuh korban.

Hal yang serupa juga marak terjadi di Indonesia. Sebuah survei yang dilakukan oleh Awas Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) pada 2020 menemukan sekitar 67 persen perempuan Indonesia mengaku menerima pelecehan seksual online selama pandemi COVID-19.

Komisi Nasional Perempuan juga menemukan bahwa laporan pelecehan seksual siber melonjak 348 persen pada 2020 dari tahun sebelumnya. Dari 1.636 kasus terlapor, mayoritas merupakan ancaman untuk menyebarkan media tak senonoh (37,5 persen), pornografi balas dendam (15 persen), dan penuntutan gambar atau video tak senonoh (10,4 persen).

"Kami selalu berupaya membuat saluran komunikasi lebih aman dan efisien. Aplikasi Truecaller membantu mengidentifikasi siapa saja yang mencoba menghubungi Anda, serta mengetahui apa niat mereka. Adalah komitmen kami untuk melindungi semua pengguna Truecaller dari penipuan, scam, dan pelecehan seksual," kata Director of Brand Marketing Truecaller, Lindsey LaMont, Rabu, 10 Maret 2021.

Ia juga mengingatkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan para perempuan untuk mencegah atau menghindari pelecehan seksual lewat ponsel atau SMS. Pertama, unduh aplikasi identifikasi penelepon dan pemblokiran spam.

Jika panggilan masih tetap masuk, segera tutup telepon, laporkan, dan blokir melalui aplikasi untuk memastikan mereka tidak dapat menghubungi lagi. Truecaller adalah aplikasi berbasis komunitas, jadi semua pengguna secara aktif melaporkan nomor spam dan pelecehan secara real time untuk melindungi seluruh komunitas dari bahaya.

"Mintalah bantuan dari pihak berwenang setempat dan laporkan semua jenis komunikasi yang membuat Anda merasa tidak aman dan terancam, bila penelepon terus mengganggu," ungkap Lindsey.

Terakhir, bicarakan masalah pelecehan via telepon dan SMS ini dengan orang-orang di sekitar Anda. Semakin banyak dibicarakan, semakin mudah pula membawa perubahan dan solusi untuk melawan isu sosial ini.

"Kami telah memblokir dan mengidentifikasi lebih dari 31,1 miliar panggilan spam setiap tahun. Kami melihat banyak sekali pengguna perempuan yang mem-posting di media sosial tentang bagaimana Truecaller membantu mereka mengidentifikasi dan memblokir panggilan telepon atau SMS dari orang asing," jelasnya.