Hindari Percaloan, Tes CAT CPNS 2021 Bakal Terapkan Fitur Pengenalan Wajah

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seleksi Calon atau Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021 akan segera dilaksanakan. Badan Kepegawaian Negara (BKN) saat ini tengah mengembangkan teknologi yang mampu pencegahan tindak percaloan dalam pelaksanaan ujian CAT CPNS 2021. Caranya dengan menambahkan fitur baru pada sistem CAT BKN.

Penambahan fitur pada tes CAT BKN ini ditujukan untuk menjaga kualitas transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan seleksi CPNS 2021, serta mencegah tindak kecurangan atau percaloan.

“Untuk mengantisipasi hal itu, kami tengah mempersiapkan fitur tambahan pada sistem CAT BKN, yakni face recognition diperuntukkan untuk mengidentifikasi peserta yang melakukan ujian, sehingga dapat meminimalkan adanya percaloan dalam pelaksanaan ujian,” jelas Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, dikutip dalam keterangan tertulis bkn.go.id, Minggu (27/3/2021).

Adapun kategori rekrutmen calon PNS pada tahun ini adalah, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Sekolah Kedinasan, dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Bima menambahkan, selain fitur face recognition, peningkatan fitur teknologi pada Sistem Seleksi Calon ASN (SSCASN) telah dilakukan, sehingga peserta seleksi CPNS 2021 tidak perlu mengunggah dokumen saat pendaftaran.

“Portal SSCASN akan terintegrasi dengan data NIK di Dukcapil, data Dapodik Kemendikbud, data STR di Kementerian Kesehatan, dan akses data ijazah akreditasi Perguruan Tinggi di Kementerian Ristekdikti,” terangnya.

Selanjutnya, untuk pelaksanaan ujian akan dilakukan dengan memenuhi protokol kesehatan salah satunya, yaitu live score peserta akan dilakukan melalui Youtube BKN untuk menghindari kerumunan peserta.

Kemudian, bagi peserta positif Covid 19 akan disediakan sarana khusus untuk tetap mengikuti tahap seleksi. Adapun peserta seleksi yang berada di luar negeri bisa melakukan seleksi di kantor KBRI setempat.

Reporter: Anisa Aulia

Sumber: Merdeka.com

Lowongan CASN 2021 Dibuka April, Hati-hati Bujuk Rayu Calo Mengintai

CPNS saat mengikuti SKD di Kantor BKN Pusat, Jakarta, Senin (27/1/2020). Tes SKD CPNS Tahun Anggaran 2019 diselenggarakan mulai 27 Januari hingga 28 Februari 2020 dengan jumlah peserta memenuhi syarat (MS) untuk mengikuti SKD sebanyak 3.364.868 orang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
CPNS saat mengikuti SKD di Kantor BKN Pusat, Jakarta, Senin (27/1/2020). Tes SKD CPNS Tahun Anggaran 2019 diselenggarakan mulai 27 Januari hingga 28 Februari 2020 dengan jumlah peserta memenuhi syarat (MS) untuk mengikuti SKD sebanyak 3.364.868 orang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebelumnya, pemerintah berencana membuka pendaftaran Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) pada April 2021. Penerimaan CASN 2021 diperuntukkan bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), serta sekolah kedinasan.

Tahun ini, pemerintah membuka sekitar 1,3 juta formasi untuk CPNS dan PPPK. Jumlah kebutuhan untuk guru PPPK sebanyak 1 juta formasi, untuk pemerintah pusat sebesar 83.000 formasi, dan pemerintah daerah sebesar 189.000 formasi.

Terkait lowongan CASN 2021 ini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap praktik percaloan yang kerap terjadi pada masa rekrutmen calon abdi negara tersebut.

Plt. Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Teguh Widjinarko mengingatkan jika ada oknum yang menjanjikan seseorang dapat lulus dari proses seleksi, terlebih tanpa tes, itu adalah hal bohong.

Dipastikan, penggunaan sistem Computer Assisted Test (CAT) dalam proses seleksi baik di tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) maupun Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) sudah transparan dan akuntabel.

“Mulai pendaftaran secara online hingga proses seleksi berlangsung, semua dilakukan dengan sistem secara akuntabel dan transparan. Hasil seleksi bisa kita ketahui secara langsung. Peserta bahkan pengantar bisa tahu hasilnya usai tes berlangsung,” jelas dia seperti melansir laman resmi Kementerian PANRB, Selasa (23/3/2021).

Pemerintah mencoba merumuskan prosedur, memperkuat dukungan kebijakan, identifikasi berbagai risiko, dan berbagai persiapan lain yang diperlukan.

Termasuk mencoba keteraturan sistem seleksi secara online bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Sementara untuk soal tes disusun oleh Tim Penyusunan Naskah Seleksi yang dikoordinasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: