Hindari PMK, Ratusan Sapi Bali Dikirim ke Jakarta Lewat Jalur Laut

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 289 ekor sapi asal Bali dikirim ke Jakarta melewati jalur laut. Pemanfaatan jalur laut ini untuk menghindari melintasi daerah dengan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebelum diberangkatkan, sapi tersebut dikarantina selama 14 hari untuk menghindari penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Sebanyak 289 ekor sapi Bali disertifikasi Karantina Denpasar menuju langsung ke Jakarta melalui wilayah kerja Pelabuhan Celukan Bawang (Kabupaten Buleleng). Sebelum diberangkatkan," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Denpasar Terunanegara, Jumat (27/5).

Dia menerangkan, PMK yang merebak di sebagian kabupaten di Jawa Timur dan beberapa kabupaten di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi fokus kesiagaan Balai Karantina Pertanian Denpasar untuk tetap menjaga Bali bebas dari PMK.

Salah satu upaya pencegahan adalah mengatur lalu lintas pengeluaran sapi Bali tanpa melewati daerah wabah, sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Pertanian No 02/SE/PK.300/M/5/2022 tentang penataan lalu lintas hewan rentan, produk hewan dan media pembawa lainnya di daerah wabah PMK.

Selain penataan lalu lintas, perlakuan atau tindakan karantina wajib diberlakukan sesuai Surat Edaran (SE) Kepala Badan Karantina Pertanian, Nomor 12950/KR.120/K/05/2022 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap kejadian PMK.

Selain itu, juga sapi harus memenuhi persyaratan bebas PMK dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, serta penyemprotan disinfektan terhadap alat angkut dan sapi.

"Dengan pengiriman sapi lewat kapal laut langsung ke daerah tujuan yang bebas PMK, Karantina Denpasar berkomitmen untuk tetap mencegah penyebaran PMK ke wilayah lain yang masih dinyatakan bebas PMK termasuk Bali sendiri," ujarnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel