Hindari Trauma Mendalam, Lembaga Penyiaran Sulbar Siap Berantas Hoaks Gempa

·Bacaan 2 menit
ilustrasi Cek Fakta

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga penyiaran Provinsi Sulawesi Barat mendapat tantangan berat untuk melawan semua hoaks mengenai gempa yang meresahkan warga di Kabupaten Mamuju dan Majene Provinsi Sulbar.

"Banyak informasi yang berseliweran dan tidak jelas sumbernya setelah gempa bumi mengguncang kabupaten Majene Mamuju 15 Januari 2021 lalu," kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulbar, April Azhari di Mamuju, Jumat (5/2/2021), dikutip dari Antara.

Terlebih, kata April Azhari, banyak hoaks yang membuat warga semakin cemas. Dia mengatakan informasi hoaks tersebut membuat masyarakat mengalami trauma yang mendalam akibat musibah gempa yang dialaminya.

"Kondisi berita hoaks itu diperparah adanya isu memprovokasi dari orang yang tidak bertanggung jawab, dengan menyebarkan isu akan ada gempa susulan yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya," katanya.

Oleh karena itu lembaga penyiaran, terutama televisi dan radio, diminta agar meningkatkan perannya sebagai media edukasi dengan memberikan informasi untuk mencegah dan menangkal isu hoaks terkait gempa Mamuju dan Majene

Dia juga berharap agar lembaga penyiaran dapat memberikan edukasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 dengan mengajak masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

"Kami KPID mengimbau kepada seluruh pengelola lembaga penyiaran di Sulbar agar terus memainkan peran dan fungsinya memberikan edukasi, hiburan dan informasi kepada masyarakat luas menangkal isu hoaks dan mengajak masyarakat mematuhi protokol Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Masyarakat diharapkan mencari informasi terkait gempa bumi dan perkembangan penanganan COVID-19 dari sumber yang memiliki kapabilitas yaitu BMKG dan tim satgas dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat, demikian April Azhari​.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini: