Hingga Malam, 20 RT dan 3 Ruas Jalan Masih Tergenang Banjir di Jakarta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, M Insaf menyatakan sebanyak 20 RT di Ibu Kota terendam banjir akibat hujan deras pada Senin (26/10/2020) sore.

Kata dia, 20 RT tersebut tersebar di tiga kota administrasi DKI Jakarta. Ketinggian air banjir juga bervariasi dan tidak ada warga yang mengungsi akibat banjir.

"20 RT tersebut 14 tersebar di Jakarta Timur, satu RT di Jakarta Selatan, dan lima RT di Jakarta Utara," kata Insaf dalam keterangan tertulis.

Berikut daftar wilayah yang terdampak banjir:

Jakarta Timur

- Kelurahan Rambutan

Ketinggian 10-30 cm: 8 RT

Ketinggian 31-70 cm: 5 RT

- Kelurahan Cipinang Muara

Ketinggian 10-30 cm: 1 RT

Jakarta Selatan

- Kelurahan Jati padang

Ketinggian 10-30 cm: 1 RT

Jakarta Utara

- Kelurahan Rawa Badak Selatan

Ketinggian 31-70 cm: 1 RT

Ketinggian 71-150 cm: 4 RT

Selain itu terdapat tiga ruas jalan tergenang akibat banjir. Ketiga lokasi tersebut di Jakarta Timur dengan ketinggian 10-15 centimeter. Berikut daftarnya:

- Jalan Penggilingan, Dukuh, Kramat Jati

- Jalan SD Inpres, Rambutan, Ciracas

- Jalan Pelita RT 05/RW 12, Lubang Buaya, Cipayung

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Antisipasi Hadapi Banjir

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah antisipasi untuk menghadapi banjir saat musim hujan tiba. Salah satunya yakni menyediakan sejumlah pompa-pompa air di sejumlah titik.

Hal tersebut disampaikan oleh Anies melalui media sosial Instagram @aniesbaswesdan pada Sabtu (17/10/2020).

"Menurut prediksi BMKG musim penghujan akan berlangsung mulai akhir Oktober. Jakarta terus bersiap dengan berbagai upaya (menyediakan) 487 unit pompa stasioner yang tersebar di 178 lokasi," kata Anies.

Lalu, ada penambahan 10 pompa mobile yang saat ini tersedia sebanyak 160 unit dengan kapasitas 400 liter/detik. Pompa tersebut diprioritaskan untuk sejumlah titik seperti Kali Betik, Muara Angke, Teluk Gong dan lokasi yang rawan lainnya.

Selanjutnya ada 65 unit pompa apung yang tersebar di lima wilayah DKI Jakarta dengan kapasitas 50 liter/detik.

"Program gerebek lumpur, pengerukan masif di sungai, waduk, embung, situ di DKI Jakarta. Telah dilakukan di dua lokasi yakni Waduk Ria Rio dan Kali Baru Barat," jelasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: