Hingga Selasa Pagi, 127 Kali Gempa Susulan Guncang Cianjur

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut 125 kali gempa susulan mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Data ini tercatat sejak Senin (21/11) hingga Selasa (22/11) pagi.

"Hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa hingga Selasa 22 November 2022 pukul 7.30 WIB terjadi sebanyak 127 kali gempa susulan (aftershocks) dengan magnitudo terbesar M4,2 dan magnitudo terkecil M1,2," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono saat dikonfirmasi, Selasa (22/12).

Menurut Daryono, tren magnitudo gempa susulan di Kabupaten Cianjur cenderung melemah. Gempa susulan dari gempa utama magnitudo 5,6 Cianjur, Jawa Barat kemarin juga menunjukkan tren frekuensi aktivitas gempa susulan yang semakin jarang.

Daryono mengemukakan, gempa yang terjadi di Cianjur masuk dalam kategori gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake). Dia mengatakan, karakteristik gempa kerak dangkal itu memiliki gempa susulan yang cukup banyak karena berada di batuan yang relatif rapuh.

Tanggap Darurat Gempa

Pemerintah Kabupaten Cianjur mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur selama 30 hari, dimulai 21 November 2022 hingga 20 Desember 2022.

Penerbitan SK ini merupakan buntut dari gempa bumi dengan magnitudo 5,6 yang berpusat di Darat 10 Km Barat Daya Cianjur, Jawa Barat, pada Senin (21/11).

"SK ini ditandatangani langsung oleh Bupati Cianjur Herman Suherman," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari melalui keterangan tertulis, Selasa (22/11).

Data Korban Gempa

Muhari menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun BNPB, korban meninggal akibat gempa bumi Cianjur mencapai 62 orang. Sementara korban luka-luka sebanyak 92 orang.

"Warga mengungsi 5.405 ke beberapa titik. Kerugian infrastruktur 3.257 unit rumah alami kerusakan," jelasnya.

Dia menyebut, selain di Cianjur, korban gempa bumi juga terdeteksi di Bandung, Jawa Barat, sebanyak satu orang dengan luka sedang. Tercatat juga ada satu kepala keluarga atau lima jiwa terdampak.

Kemudian Kabupaten Sukabumi sebanyak 641 kepala keluarga terdampak, delapan di antaranya mengungsi, tercatat satu orang luka berat dan sembilan orang luka ringan. Dilaporkan juga ada 641 unit rumah alami kerusakan.

Sementara itu, di Kabupaten Bogor dilaporkan sebanyak 19 KK atau 78 jiwa terdampak, empat di antaranya mengungsi dan dua orang alami luka ringan. Lima belas unit rumah alami rusak ringan dan lima unit rumah alami rusak sedang.

[tin]