Hipertensi Adalah Kondisi Tekanan Darah Meningkat, Ini Penyebab, Gejala, dan Komplikasinya

·Bacaan 11 menit

Liputan6.com, Jakarta Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan angka penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah secara global selalu meningkat. Hipertensi adalah dapat dikenali dari berbagai macam gejala dan ketika pemeriksaan tekanan darahnya berkisar pada 140/90 milimeter merkuri (mmHg).

Hipertensi adalah dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah seperti penyakit jantung, stroke, hingga kematian. Komplikasi tekanan darah tinggi pada dasarnya berasal dari masalah hipertensi yang tidak mendapatkan penanganan tepat. Akhirnya pembuluh darah arteri mengalami kerusakan dan berdampak pada beberapa organ, seperti jantung dan ginjal.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah silent killer karena tak memiliki gejala kentara, tetapi mematikan. Penyebab darah tinggi atau hipertensi adalah paling utama keturunan, seseorang dengan riwayat keluarga hipertensi berpotensi mengalaminya juga.

Berikut Liputan6.com ulas tentang hipertensi adalah kondisi tekanan darah yang meningkat dari berbagai sumber, Sabtu (17/7/2021).

Mengenal Hipertensi

Ilustrasi hipertensi. (Gambar oleh Ewa Urban dari Pixabay)
Ilustrasi hipertensi. (Gambar oleh Ewa Urban dari Pixabay)

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah dapat dikenali dari berbagai macam gejala dan ketika pemeriksaan tekanan darahnya berkisar pada 140/90 milimeter merkuri (mmHg). Dapat dikatakan bahwa hipertensi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah meningkat.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah memiliki sebutan silent killer karena tak memiliki gejala kentara, tetapi mematikan. Penyebab darah tinggi atau hipertensi adalah paling utama keturunan, seseorang dengan riwayat keluarga hipertensi berpotensi mengalaminya juga.

Sementara penyebab hipertensi berkaitan dengan gaya hidup yang jarang olahraga, lalu pola makan tidak sehat seperti banyak makan garam sampai gula, dan masih banyak lagi lainnya. Pada beberapa orang dengan tekanan darah yang sangat tinggi dan umum terjadi dapat muncul gejala berupa:

- Sakit kepala

- Mimisan

- Nyeri dada atau sesak napas

Meski demikian, gejala hipertensi ini tidak spesifik dan baru muncul jika tekanan darah terlalu tinggi dan mengancam nyawa.

Gejala Hipertensi

1. Sakit Kepala

Sakit kepala bisa mengindikasikan seseorang tengah mengalami gejala tekanan darah tinggi atau hipertensi. Sakit kepala ini bisa lebih dikenali dari intensitas seseorang mengalaminya, lebih sering atau tidak.

2. Hilang Keseimbangan

Seseorang yang memiliki tekanan darah tinggi biasanya akan mengalami hilang keseimbangan. Gejala tekanan darah tinggi ini terkadang sulit untuk dikenali.

3. Sulit Buang Air Kecil

Sulit buang air kecil jelas sulit dikenali dan membuatnya sering diabaikan. Padahal sulit buang air kecil termasuk gejala tekanan darah tinggi. Kondisi ketika tekanan darah tinggi sudah sampai memengaruhi kinerja ginjal penderitanya.

4. Urin Berdarah

Selain sulit buang air kecil, gejala tekanan darah tinggi juga bisa sebabkan urin penderita berdarah. Kinerja ginjal pada tahap ini sudah sangat parah dan harus menjalani pemeriksaan.

5. Detak Jantung Tak Beraturan

Mengenali detak jantung beraturan dan tak beraturan mungkin akan sulit. Akan tetapi, ketika sudah biasa melakukannya pasti lebih mudah. Detak jantung yang tak beraturan akan lebih cepat dari biasanya.

6. Wajah Merah

Gejala tekanan darah tinggi bisa dikenali melalu warna wajah penderitanya. Penderita hipertensi ini akan lebih merah dari biasanya. Kondisi ini dipengaruhi oleh adanya pembesaran pada pembuluh darah wajah.

7. Pusing

Berbeda dengan sakit kepala, pusing justru menjadi gejala tekanan darah tinggi karena efek obat. Obat pengontrol tekanan darah tinggi dapat menimbulkan rasa pusing.

8. Pandangan Kabur

Pandangan kabur atau buram akan lebih mudah dikenali terutama bagi yang matanya masih normal. Gejala tekanan darah tinggi ini mungkin akan lebih sulit dikenali bagi yang sudah mengalami rabun jauh atau dekat.

9. Mimisan

Mimisan atau pendarahan dari hidung merupakan gejala tekanan darah tinggi yang tidak boleh diabaikan. Kondisi ini dipengaruhi oleh adanya trauma atau infeksi sinus.

10. Sesak Napas

Sesak napas juga bisa mengindikasikan gejala tekanan darah tinggi. Kondisi ini harus diwaspadai karena sesak napas membuat penderitanya tak nyaman sama sekali.

Penyebab Hipertensi

Ilustrasi Pemeriksaan pada Lansia. Credit: pexels.com/Gunjan
Ilustrasi Pemeriksaan pada Lansia. Credit: pexels.com/Gunjan

1. Mengalami Stres

Stres psikogenik yang dialami oleh para remaja ternyata dapat menjadi penyebab darah tinggi di usia muda karena perubahan hormon-hormon dalam tubuh saat sedang stres. Tidak hanya itu, stres memiliki potensi ancaman terhadap aspek kesehatan lainnya yang berhubungan.

Penyebab darah tinggi ini antara lain adalah status kondisi lemak darah yang ada. Terdapat penelitian di Spanyol yang mengungkapkan terdapat hubungan antara kondisi stres berlarut dapat menyebabkan kolesterol tinggi.

Lebih lanjut, kadar kolesterol yang tidak wajar dan kondisi darah tinggi merupakan kombinasi yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Bahkan tidak menutup kemungkinan penyebab darah tinggi akan berlanjut ke stroke dan kematian.

2. Mengalami Obesitas

Penting bagi seseorang untuk menjaga pola makan agar selalu sehat. Hal ini karena salah satu penyebab darah tinggi adalah kegemukan atau obesitas. Kondisi obesitas ini sangat berpengaruh pada sistem organ tubuh yang mengontrol volume darah.

Meningkatnya berat badan mempengaruhi nutrisi dan oksigen dalam tubuh yang dialirkan ke dalam sel-sel melalui pembuluh darah. Berat badan adalah penyebab darah tinggi yang membuat kinerja pembuluh darah menjadi meningkat sehingga tekanan pembuluh darah dan jantung juga meningkat.

3. Mengonsumsi Garam Berlebih

Garam dan natrium adalah salah satu makanan penyebab darah tinggi. Pada beberapa orang, makan terlalu banyak garam dapat membuat tekanan darah tinggi jauh lebih buruk. Penyebab darah tinggi ini dikombinasikan dengan fakta bahwa terlalu banyak garam buruk bagi jantung terlepas dari status tekanan darah.

Dilansir dari laman p2ptm.kemkes.go.id bahwa garam berlebihan dapat mengganggu keseimbangan cairan. Masuknya cairan ke dalam sel akan mengecilkan diameter pembuluh darah arteri sehingga jantung harus memompa darah lebih kuat yang berakibat meningkatnya tekanan darah.

4. Kurang Olahraga

Olahraga merupakan aktivitas penting yang dapat membuat tubuh menjadi sehat dan bugar, kurang olahraga bisa menjadi penyebab darah tinggi. Aktivitas fisik membuat tubuh memproduksi hormon yang melemaskan dinding pembuluh darah, sehingga bantu menurunkan tensi serta mengurangi gejala-gejala darah tinggi Anda. Jika seseorang jarang melakukan olahraga ditambah dengan berat badan yang berlebih, akan membuat orang tersebut memiliki risiko tinggi darah tinggi meski di usia muda.

5. Merokok

Merokok adalah penyebab darah tinggi yang sering diremehkan. Asap rokok dapat meracuni darah pada tubuh. Zat nikotin berpengaruh penting menjadi penyebab darah tinggi. Zat nikotin dapat menimbulkan pergeseran pada pembuluh darah sehingga aliran darah pada pembuluh tersumbat. Hal ini menjadikan kinerja jantung menjadi lebih keras dari kondisi normal.

6. Mengonsumsi Makanan Kaleng

Mengonsumsi makanan kaleng merupakan penyebab darah tinggi . Produk tomat dengan garam tambahan akan menimbulkan masalah bagi penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kebanyakan saus tomat kalengan, saus pasta, dan saus tomat mengandung banyak sodium.

Satu porsi 1/2 cangkir saus marinara klasik dapat mengandung 400 mg natrium atau lebih. Sedangkan secangkir jus tomat dapat mengandung lebih dari 600 mg natrium. Hal inilah yang menjadikannya termasuk makanan penyebab tekanan darah tinggi.

Sup kalengan adalah makanan penyebab darah tinggi yang mengandung banyak sodium. Sup kalengan menjadi makanan sederhana dan mudah untuk dipersiapkan, terutama saat sedang tak punya waktu atau tidak enak badan.

Kaldu pun bisa berdampak buruk bagi tekanan darah. Beberapa sup dapat memiliki hampir 900 mg natrium hanya dalam satu porsi, yang biasanya 1/2 gelas. Jika makan seluruh kaleng sama dengan mengonsumsi lebih dari 2.000 mg natrium.

7. Perubahan Hormon

Usia muda adalah fase di mana tubuh sedang mengalami pertumbuhan, baik secara fisik maupun hormonal. Perubahan hormon selama masa puber ternyata ikut berperan penting dalam penyebab darah tinggi.

Perubahan hormon seks testosteron dan estrogen dilaporkan dapat menjadi awal perkembangan tekanan darah tinggi di kalangan remaja. Meski mayoritas masalah hormon menyerang anak mudah, tak menutup kemungkinan penyebab darah tinggi karena hormon menyerang orang dewasa.

8. Mengonsumsi Kafein

Jika seorang mengidap hipertensi punya kebiasaan minum kopi, ia harus segera menghentikannya. Minuman yang mengandung kafein tidak hanya kopi, tetapi teh, cokelat, dan soda termasuk di dalamnya. Kafein pun termasuk penyebab darah tinggi yang wajib diwaspadai.

Dilansir dari laman jurnal.ugm.ac.id, menurut (Humer, 2006) bahwa senyawa kafein pada seseorang yang minum kopi bisa menyebabkan tekanan darah meningkat tajam sehingga sangat berbahaya bagi penderita hipertensi. Jangan anggap remeh penyebab darah tinggi ini, ya!

9. Mengonsumsi Gula Berlebihan

Tidak hanya berkaitan dengan peningkatan berat badan dan obesitas, gula berkaitan dengan penyebab darah tinggi . Gula menjadi salah satu makanan yang harus dihindari penderita hipertensi.

Gula, terutama minuman yang dimaniskan dengan gula, telah berkontribusi pada peningkatan obesitas pada orang-orang dari segala usia. Hal inilah yang menjadikannya gula termasuk makanan penyebab darah tinggi.

The American Heart Association merekomendasikan agar wanita membatasi asupan gula tambahan hingga 6 sendok teh, atau 24 gram per hari. Pria harus membatasi diri hingga 9 sendok teh, atau 36 gram per hari.

10. Mengonsumsi Alkohol

Seiring waktu, minuman keras dapat merusak jantung. Minum lebih dari satu gelas sehari untuk wanita dan lebih dari dua gelas sehari untuk pria dapat memengaruhi tekanan darah. Penyebab darah tinggi ini sering dianggap remeh.

11. Mengonsumsi Daging Olahan

Daging olahan bisa menjadi makanan tinggi natrium yang sesungguhnya. Apalagi, daging ini sering dibumbui, dan diawetkan dengan garam. Satu porsi 2 ons daging olahan seperti frozen food bisa mengandung 500 mg natrium atau lebih.

Oleh karena itu daging olahan termasuk ke dalam makanan penyebab darah tinggi . Potongan daging dingin seperti hot dog memiliki ratusan miligram sodium. Cobalah untuk memanggang dada ayam untuk makan siang atau mengonsumsi tuna sebagai pengganti protein hewani.

12. Mengonsumsi Fast Food

Kadar garam dalam makanan cepat saji (fast food) bisa sangat tinggi. Hal ini terjadi karena garam menjadi syarat penting untuk menambah rasa nikmat. Namun sayangnya, fast food ini termasuk makanan penyebab tekanan darah tinggi .

Di samping itu, makanan cepat saji mengandung lemak trans dan lemak jenuh yang dapat berisiko meningkatkan kadar kolesterol darah. Pada akhirnya, kolesterol yang tinggi ini dapat meningkatkan tekanan darah tinggi.

Sebaiknya penderita hipertensi menghindari konsumsi makanan yang banyak mengandung butter atau margarin karena mengandung garam dan lemak jenuh yang cukup tinggi.

Komplikasi Hipertensi

1. Stroke Ringan

Stroke ringan bisa menjadi komplikasi tekanan darah tinggi. Hal ini disebabkan karena transcient ischemic attack (TIA) bisa terjadi saat hipertensi. TIA menyebabkan terjadinya gangguan sementara pasokan darah ke otak.

2. Demensia

Demensia umumnya terjadi pada lansia. Meski begitu kondisi ini berisiko juga bagi anak muda yang mengalami komplikasi tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi akan menyerang kognitif pada saat hipertensi parah terjadi. Kemampuan berpikir dan mengingat akan sulit dilakukan penderitanya.

3. Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik termasuk komplikasi tekanan darah tinggi yang mengganggu metabolisme. Tubuh penderita hipertensi akan sulit melakukan metabolisme seperti biasanya. Biasanya penderita akan dibarengi dengan beberapa kondisi juga.

4. Disfungsi Seksual

Bagi lansia, disfungsi seksual memang berisiko terjadi meski tanpa penyakit bawaan. Meski begitu, kondisi ini jelas masalah bagi yang masih muda. Kondisi seperti ini bisa menyerang ketika tekanan darah tinggi tidak segera ditangani.

5. Pembesaran Ventrikel Kiri Jantung

Hipertrofi ventrikel kiri bisa terjadi akibat komplikasi tekanan darah tinggi. Hipertrofi ventrikel kiri merupakan kondisi ketika terjadi pembesaran dan penebaklan ventrikel (bilik) kiri jantung. Kondisi ini menyebabkan pompa darah dari jantung tidak baik.

6. Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi ketika terjadi penyempitan atau arterosklerosis pada pembuluh darah. Penyempitan ini bisa terjadi saat ada komplikasi tekanan darah tinggi. Lebih tepatnya saat tekanan darah tinggi tidak mendapat penanganan yang baik.

7. Gagal Jantung

Tak hanya serangan jantung. Gagal jantung juga bisa terjadi akibat komplikasi tekanan darah tinggi. Kondisi ini terjadi ketika jantung penderita hipertensi tidak memberikan suplai darah cukup ke seluruh tubuh. Penyebab utamanya adalah pembuluh darah jantung menyempit akibat tekanan darah tinggi.

8. Glomerulosklerosis

Komplikasi tekanan darah tinggi tak hanya berdampak pada jantung, tetapi juga ginjal. Ginjal hanya bisa bekerja maksimal menghilangkan sisa makanan dan cairan tubuh dengan aliran pembuluh darah yang baik. Jika aliran darahnya bermasalah, maka ginjal juga akan mengalami masalah.

9. Ginjal Kronis

Penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease) termasuk komplikasi tekanan darah tinggi. Tepatnya ketika gangguan pembuluh darah ginjal menyerang fungsi ginjal secara bertahap. Hingga akhirnya fungsi ginjal benar-benar hilang dan terjadilah penyakit ginjal kronis.

10. Gagal Ginjal

Gagal ginjal merupakan kondisi ketika ginjal tidak bisa bekerja dengan baik membuang cairan berlebih dalam tubuh. Awal mula gagal ginjal ini terjadi karena aliran darah pada ginjal tidak terjadi dengan baik.

11. Kebutaan

Kebutaan termasuk salah satu komplikasi tekanan darah tinggi yang membahayakan. Kondisi ini terjadi ketika aliran pembuluh darah mata mengalami masalah atau rusak. Pembuluh darah mata biasanya rusak, menyempit, dan menebal karena tekanan darah tinggi.

12. Stroke

Awalnya komplikasi tekanan darah tinggi akan memberikan sinyal stroke ringan. Stroke yang terjadi sementara karena ada masalah pembuluh darah di otak.

13. Aterosklerosis

Komplikasi tekanan darah tinggi terjadi ketika penyempitan pembuluh darah semakin parah terjadi. Hal ini sudah pasti menyebabkan lemak dari makanan menumpuk di dinding pembuluh darah arteri. Dampaknya akan menimbulkan plak dan membuat dinding pembuluh darah tebal, kaku, dan menyempit.

14. Aneurisma

Aterosklerosis bisa mengakibatkan timbulnya tonjolan di dinding pembuluh darah arteri. Tonjolan karena aterosklerosis disebut aneurisma. Sayangnya komplikasi tekanan darah tinggi yang satu ini tidak menimbulkan gejala yang pasti sampai bertahun-tahun lamanya.

15. Arteri Perifer

Aterosklerosis adalah komplikasi tekanan darah tinggi yang bisa terjadi pada arteri perifer. Artinya penyempitan pembuluh darah terjadi pada bagian tubuh tertentu saja. Arteri perifer yang dimaksud berada pada kaki, perut, lengan, dan kepala.

16. Arteri Koroner

Komplikasi tekanan darah tinggi akibat penyempitan pembuluh darah bisa pula terjadi pada arteri koroner. Arteri koroner berasa pada organ vital seperti jantung. Hal ini berarti pula penyempitan pembuluh darah dan kerusakannya terjadi pada jantung.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel