Hipertensi Penyebab Kematian Tertinggi, Siasati dengan Monitoring Digital dan Layanan Telemedis

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Para penderita Hipertensi atau tekanan darah tinggi sekarang bisa sedikit bernafas lega. Seiring perkembangan zaman, bermunculan teknologi yang mendukung pengukuran dan pemantauan tekanan darah dan EKG. Dengan mengetahui tingkat tekanan darah lebih awal bisa membantu penderita terhindar dari komplikasi penyakit Hipertensi.

Dampak Hipertensi bagi Tubuh

Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan peningkatan tekanan darah di atas nilai normal. Kondisi ini tidak bisa dianggap remeh, karena Hipertensi dapat berlangsung lama tanpa disadari oleh penderitanya. Data RISKESDAS 2018 melaporkan bahwa prevalensi Hipertensi pada usia 18 tahun ke atas adalah sebesar 34,1%. Artinya, 1 dari 3 orang dewasa di Indonesia menderita Hipertensi. Oleh sebab itu, Hipertensi menjadi Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Hipertensi melibatkan banyak faktor penyebab dan perlu diatasi dengan serius, karena memiliki risiko komplikasi ke lima organ tubuh penting: otak (stroke), mata (retinopati hipertensi), jantung (penyakit jantung koroner sampai dengan gagal jantung), ginjal (gagal ginjal kronis), dan pembuluh darah perifer. Seseorang disebut menderita Hipertensi bila mempunyai tekanan darah sistolik >140 mmHg, dan diastolik >90 mmHg.

Salah satu kunci penting untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan latihan fisik. Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga, dr. Michael Triangto, Sp.KO menjelaskan bahwa berlatih fisik secara rutin dan teratur akan memperkuat jantung, sehingga organ vital ini bisa memompa darah dengan lebih mudah.

“Dengan jantung tidak perlu bekerja keras, tekanan pada pembuluh darah pun turun, sehingga tekanan darah akan lebih rendah, dan kita terhindar dari risiko Hipertensi,” kata dr. Michael Triangto dalam acara bertajuk "Kelas Online Penuh Inspirasi (KOPI) Sehat" bersama Good Doctor dan Samsung Galaxy Watch, Minggu (2/5).

Ilustrasi tekanana darah tinggi. (Shutterstock)
Ilustrasi tekanana darah tinggi. (Shutterstock)

Panduan Latihan Fisik bagi Penderita Hipertensi

Kementerian Kesehatan menganjurkan untuk melakukan latihan fisik rutin dan teratur 5x seminggu, dengan total 150 menit/minggu. Latihan fisik sebaiknya menggabungkan antara latihan kardio, kekuatan dan fleksibilitas.

Bagi yang sudah memiliki Hipertensi, tentu ada rambu-rambu tertentu untuk melakukan latihan fisik, agar tetap aman.

“Mereka yang menderita Hipertensi disarankan untuk melakukan latihan fisik jenis aerobik, dengan intensitas ringan – sedang, misalnya berjalan kaki, bersepeda santai, atau berenang,” ujar dr. Michael.

Melakukan latihan fisik berat justru bisa berbahaya bagi penderita Hipertensi. “Tekanan darah dan denyut jantung bisa tidak terkontrol, dan akibatnya bisa fatal,” imbuh dr. Michael. Menurutnya, penting untuk memantau tekanan darah, denyut jantung, dan saturasi oksigen selama berolahraga.

Pemantauan Tekanan Darah dengan Smartwatch dari Samsung

Hipertensi tidak hanya dialami oleh orang tua, mereka yang berusia muda dan produktif pun berisiko menderita Hipertensi. Karena penanganan Hipertensi tidak mudah, ditambah rendahnya kepatuhan minum obat, maka pemantauan tekanan darah memegang peran penting. Salah satu teknologi digital terkini yang mampu membantu penderita Hipertensi atau orang sehat untuk mengukur tekanan darah dan EKG, adalah menggunakan smartwatch dari Samsung.

Samsung meluncurkan Samsung Galaxy Watch3 dan Watch Active2 yang siap mendukung lebih banyak masyarakat Indonesia untuk memulai, menjalankan, dan mempertahankan kebiasaan berolahraga untuk memelihara kebugaran.

Leo Hendarto, Product Marketing Samsung Indonesia mengungkapkan, Samsung Galaxy Watch3 dan Watch Active2 tak hanya memiliki desain yang trendy dan sporty, tapi juga dilengkapi berbagai fitur canggih.

“Samsung Galaxy Watch3 dan Watch Active2 hadir dengan kemampuan health tracking terbaik di kelasnya, seperti pelacakan denyut nadi, tekanan darah, hingga EKG. Khususnya bagi pengguna Galaxy Watch3, tersedia pula fitur untuk memonitor saturasi oksigen. Memantau kesehatan kini menjadi lebih mudah, di manapun dan kapanpun kita inginkan,” jelas Leo.. Tak heran bila smartwatch ini banyak dipakai oleh peminat olahraga, atau mereka yang berkehendak untuk hidup sehat.

Mikha Tambayong yang ikut hadir dalam IG Live berbagi pengalaman tentang Samsung Watch 3. “Kebetulan aku memang rutin berolahraga. Samsung Galaxy Watch3 dan Watch Active2 sangat membantuku untuk memonitor tekanan darah, denyut nadi, EKG, dan saturasi oksigen. Jadi merasa lebih aman dan nyaman saat berolahraga,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mikha menunjukkan cara kerja Samsung Galaxy Watch3 dan Watch Active2, yang menurutnya sangat mudah digunakan.

Konsultasi Hipertensi secara Virtual

Begitu bahayanya dampak Hipertensi bagi kualitas hidup penderita, maka pemahaman tentang penyebab, gejala, pencegahan, pemantauan dan pengobatan perlu lebih luas. Ruang untuk konsultasi penyakit Hipertensi semakin mudah dan cepat karena sekarang bisa dilakukan secara virtual atau daring.

Dr. Adhiatma Gunawan, selaku Head of Medical Management Good Doctor mengatakan, di tengah pandemi COVID-19, telemedis kini menjadi kebutuhan penting.

“Pasien Hipertensi bisa berkonsultasi langsung ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam atau Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah melalui aplikasi layanan kesehatan terpadu Good Doctor. Pasien dapat juga berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga untuk mengetahui panduan olahraga yang tepat sesuai kondisi masing-masing, tanpa harus mengantri di klinik atau RS,” ujarnya. Hal ini tentu lebih mudah, aman, dan nyaman bagi pasien.

Selain itu, pasien Hipertensi maupun masyarakat umum yang concern dengan kesehatan juga bisa mendapatkan informasi akurat dan terpercaya tentang gaya hidup sehat untuk menjaga tekanan darah, di aplikasi Good Doctor.

Saat ini aplikasi Good Doctor dapat diunduh gratis di Google PlayStore ataupun iOS App Store. Selain layanannya yang 24 jam, Good Doctor juga bekerja sama dengan lebih dari 2.000 mitra apotek resmi di seluruh Indonesia dengan opsi layanan pengantaran obat instan dalam 1 jam.

Untuk pengguna yang membutuhkan janji medis, baik janji temu dokter, tes kesehatan dan lainnya, terdapat lebih dari 1.000 mitra rumah sakit, klinik dan laboratorium yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.

Sementara itu, bagi peminat Samsung Galaxy Watch3 dan Watch Active2, dapatkan bonus berupa free konsultasi dan obat selama 1 tahun (syarat dan ketentuan berlaku) untuk pembelian melalui toko online Samsung.com/id. Masukkan kode promo WATCHXGD di kolom kode voucher saat pembelian, berlaku selama periode 17 April – 31 Mei 2021.

(*)