Hipmi berharap pengusaha miliki kesempatan sama kerjakan proyek

Ahmad Wijaya

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengharapkan pengusaha memiliki kesempatan sama dengan BUMN dalam mengerjakan proyek pemerintah.

"Seperti yang disampaikan Presiden bahwa kontraktor di BUMN jangan sampai anak cucu BUMN yang mengerjakan. Presiden mau sub kontraktornya pengusaha yang ada di daerah-daerah. Semua pengusaha di daerah juga punya kesempatan yang sama," ujar Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi, Mardani H Maming di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Hadiri acara HIPMI, Jokowi sebut Sandiaga kandidat Capres 2024

Ia mengemukakan terdapat 10 bidang usaha di dalam Hipmi, BUMN dapat melakukan seleksi terhadap anggota Hipmi agar hasilnya tidak mengecewakan pemerintah.

"Kalau Hipmi kan banyak ya, ada kontraktor, pengusaha wisata dan itu akan dikolaborasikan sesuai dengan kapasitasnya. Kita juga tidak mau Hipmi masuk tapi merugikan. Kita mau anggota Hipmi yang masuk betul-betul berpotensi, kerjanya bagus dan disertifikasi dengan BUMN," katanya.

Maming menyampaikan, pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan Menteri BUMN dalam rangka mendukung pengusaha-pengusaha anggota Hipmi.

Ia juga berharap ke depan, akan lahir banyak pengusaha muda hebat dari daerah, munculnya peluang investasi, terbuka lapangan kerja baru, sehingga ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia semakin meningkat.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya saat acara pelantikan Pengurus Pusat HIPMI di Jakarta, Rabu (15/1) mengatakan sudah menjawab keluhan dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yaitu berkaitan dengan kemitraan, baik kemitraan pengusaha muda dengan BUMN maupun dengan investor yang masuk ke Indonesia.

"Sekarang sudah saya jawab, menterinya BUMN adalah dari keluarga besar HIPMI. Saya sudah titip kepada Bang Erick Thohir. Pak Erick Thohir agar jangan sampai pekerjaan-pekerjaan yang ada di BUMN itu dikerjakan oleh BUMN sendiri," kata Presiden.

Baca juga: Presiden Jokowi jawab keluhan HIPMI soal kemitraan dengan BUMN
Baca juga: Hipmi: Bonus demografi dapat menjadi bencana jika tidak terampil