Hipmi Teriak 'Lanjutkan', Jokowi: Hati-hati Tahun Politik, Nanti Saya yang Didemo

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons teriakan 'lanjutkan' di acara perayaan HUT ke-50 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta, Jumat (10/6). Jokowi mengingatkan agar hati-hati di tahun politik karena bisa salah makna.

"Tadi banyak yang menyampaikan lanjutkan lanjutkan hati-hati ini tahun politik. Bapak ibu yang menyampaikan lanjutkan, lanjutkan saya yang didemo," ucap Jokowi saat pidato dilihat dari YouTube Hipmi TV, Jumat (10/6).

Jokowi lalu mengungkit kejadian Menteri Investasi Bahlil Lahadalia terkait isu jabatan 3 periode dan pemilu 2024 diundur. Dia mengungkapkan, setelah Bahlil menyuarakan itu Jokowi mendapatkan protes keras.

"Kan kejadiannya sudah terjadi sama menyampaikan mantan ketua HIPMI Pak menteri investasi karena alasan ini, ini, ini ini, lanjutkan. besoknya gak ada sehari saya didemo besar-besaran," kata Jokowi.

"Loh yang ngomong bukan saya, yang didemo saya, demo dong Pak Bahlil. Nanti ini sama kalau gak saya jawab nanti didemo ini. Bukan hipmi yang didemo, tapi saya. hati-hati ini tahun politik," sambungnya.

Namun, Jokowi meluruskan yang dimaksud 'lanjutkan' oleh Hipmi ialah program pemerintah yang sudah ada. Kepala negara berharap, program pemerintah saat ini tetap berlanjut ketika RI berganti pemimpin di 2024 nanti.

"Saya nangkap yang dimaksud dilanjutkan itu adalah programnya. Pemimpinnya siapapun terserah tapi yang dilanjutkan adalah program-programnya supaya ada kontinuitas supaya ada keberlanjutan jangan sampai pemimpin 1 sudah mengerjakan tidak dilanjutkan pemimpin berikutnya," ujar Jokowi.

Sebelumnya, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Mardani H Maming memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi). Maming menilai bahwa Jokowi orang biasa yang ini bisa menjadi Presiden RI.

Hal itu disampaikan Maming dalam acara HUT 50 Tahun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia yang dilihat dari YouTube Hipmi TV, Jumat (10/6). Acara itu dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri kabinet.

"Yang saya hormati, Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo yang menjadi inspirasi kita, yang beliau bukan dari siapa-siapa, sekarang memimpin bangsa dan negara," kata Maming saat menyampaikan pidatonya, Jumat (10/6).

"Ini dulu kita tidak pernah bermimpi dari orang biasa-biasa menjadi pemimpin. Karena beliaulah kita berani menjadi pemimpin bangsa ini," tambahnya.

Maming mengatakan, Hipmi akan menjadi barometer pada tahun 2024. Dia yakin siapapun yang menjadi pemimpin di masa depan, tidak lepas dari kader-kader Hipmi.

"tapi kalau bisa, Pak Jokowi, jangan cepat-cepat meninggalkan kita," ujar Maming.

Maming menyatakan bahaa Jokowi adalah keluarga Hipmi. Dia bilang, Hipmi siap mengikuti apapun petunjuk dari eks Wali Kota Solo itu.

"Saya harus memberi keyakinan kepada Bapak Presiden Ir Joko Widodo. Beliau adalah keluarga Hipmi, beliau adalah Presiden Hipmi yang pertama," ujar Maming diikuti teriakan lanjutkan.

"Apa pun kebijakan beliau di 2024, kita keluarga Hipmi siap mendukung dan mengikuti apa petunjuk beliau. Lanjutkan, lanjutkan, lanjutkan," ucap Maming.

Sementara, Ketua Dewan Pembina BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) sekaligus Menteri Investasi mengajak peserta yang hadir di acara HUT Hipmi ke-50 berteriak yel-yel 'lanjutkan'.

Yel-yel 'lanjutkan' itu diserukan Bahlil di akhir pidatonya. Mulanya, Ia meneriakkan yel-yel 'pengusaha pejuang' yang diikuti oleh para peserta.

"Sebelum menutup, Saya ingin yel-yel Hipmi. Kalau saya bilang Pengusaha Pejuang, ikuti Pejuang Pengusaha. Pengusaha Pejuang!" teriak Bahlil.

"Pejuang pengusaha," timpal peserta.

"Setuju lanjutkan?" teriak Bahlil lagi.

"Lanjutkan," timpal para partisipan.

Yel-yel 'lanjutkan' itu diulang oleh Bahlil sebanyak tiga kali. Para peserta pun mengulang yel-yel tersebut. "Untuk kebaikan rakyat, bangsa dan negara," tutup Bahlil. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel