Hiswana Migas: Antrean Kendaraan di SPBU karena Disparitas Harga BBM yang Tinggi

Merdeka.com - Merdeka.com - Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh menyatakan bahwa antrean panjang hampir di seluruh SPBU di Aceh disebabkan karena disparitas harga antara BBM subsidi dengan non-subsidi. Selain itu, ini terjadi kurang kurangnya kuota yang diterima Aceh.

"Dari sejumlah pertemuan untuk membahas masalah ini, disparitas harga BBM bersubsidi dan non-subsidi merupakan salah satu yang menjadi faktor utama terjadinya antrean panjang ini," kata Ketua Hiswana Migas Aceh Nahrawi Noerdin, dikutip dari Antara Banda Aceh, Jumat (6/1).

Nahrawi mengatakan, berdasarkan pengamatan Hiswana Migas, perbedaan harga BBM yang sangat signifikan tersebut telah membuat banyak konsumen yang melakukan migrasi ke BBM bersubsidi.

Migrasi itu bukan hanya karena dipicu masalah harga, tetapi juga kondisi perekonomian yang memang sedang sulit, sehingga membuat masyarakat mencari alternatif pengeluaran yang lebih memungkinkan.

"Faktor ekonomi, disparitas harga, penyesuaian kuota bersubsidi, dan masa adaptasi konsumen dalam penggunaan aplikasi my pertamina, harus diakui memang memberi pengaruh terhadap berlarutnya antrean panjang ini," ujarnya.

Nahrawi menuturkan rentetan peristiwa antrean ini selalu terjadi di penghujung hingga awal tahun. Apalagi di daerah yang menjadi tujuan wisata atau yang dilewati, dipastikan mengalami peningkatan jumlah kendaraan dari wisatawan yang datang berlibur.

"Jelas kondisi ini akan membuat permintaan BBM khususnya yang bersubsidi meningkat. Semua pihak menaruh perhatian besar terhadap hal ini," katanya.

Nahrawi menyampaikan terkait kondisi ini Pemerintah Aceh telah membuat sejumlah kebijakan, salah satunya dengan menerbitkan surat edaran Gubernur Aceh tentang pembatasan pengisian BBM bersubsidi bagi masyarakat.

Kemudian, aparat kepolisian sejauh ini juga sudah melakukan monitoring ketat untuk memantau perkembangan situasi di lapangan. Lalu pekerja SPBU juga sudah berusaha keras memberikan pelayanan terbaik.

"Maka dari itu untuk masalah ini, mudah-mudahan BPH Migas melalui Pertamina juga segera menambah kuota BBM bersubsidi untuk Aceh. Sehingga menjelang akhir musim liburan ini antrean di SPBU bisa segera normal," demikian Nahrawi Noerdin. [idr]