Hitungan Biaya Listrik yang Harus Dibayar Jika Punya Mobil Listrik

Merdeka.com - Merdeka.com - Ambisi pemerintah agar kendaraan yang berlalu-lalang menggunakan daya listrik semakin masif digalakan. Pemerintah bahkan tengah menggodok subsidi kendaraan listrik.

Gencarnya penggunaan mobil listrik di Indonesia, menimbulkan pertanyaan apakah mengisi daya mobil listrik dapat dilakukan di rumah?

Jawabannya, bisa. Hanya saja beberapa produsen mobil listrik merekomendasikan pengisian daya daya listrik rumah minimal 2.200 Volt Ampere (VA). Merdeka.com mengkalkulasikan kisaran pengeluaran biaya listrik yang akan ditanggung jika pengguna mengisi daya mobil listrik di rumah.

Merujuk tarif golongan non subsidi 2.200 VA, maka biaya per kilowatt hour (kWh) yaitu Rp1.444,70. Salah satu pengguna mobil listrik, Brodan mengatakan, kapasitas baterai mobil listrik miliknya yaitu Wulling Air EV standard sebesar 58 kWh. Dengan kapasitas baterai tersebut, maka biaya listrik hanya untuk pengisian daya mobil berkisar Rp83.752.

Sementara tarif pengisian daya di SPKLU yaitu Rp1.650-2.466 per kWh. Jika Brodan mengisi daya di SPKLU maka pengeluaran yang dihabiskan berkisar Rp95.700-143.028.

Brodan pun menceritakan pengalamannya mengisi daya mobil listrik di rumah dengan sisa baterai 62 persen. Hunian rumah Brodan yaitu 2.200 VA. Waktu pengisian daya hingga 100 persen dibutuhkan 7 jam. Dalam akun YouTube Brodan ID, tercatat bahwa pengisian daya dimulai pukul 22.22-05.29 WIB.

Sementara saat disinggung mengenai tagihan listrik usai pengisian daya mobil di rumah, Brodan mengaku belum mengetahui jumlahnya.

"Karena baru satu minggu, dan bill listrik juga belum keluar, berapa biaya listrik yang dikeluarkan saya belum tahu. Namun sales merekomendasikan minimal daya listriknya 2.200 jika ingin mengisi di rumah," ucapnya.

Brodan mengatakan selama satu pekan menggunakan mobil listrik pengeluarannya dapat ditekan. Dalam jarak perjalanan 100 kilometer dia hanya mengeluarkan biaya untuk pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sekitar Rp38.000-40.000.

Biaya hemat muncul jika membandingkan pengeluaran kendaraan bermotor yang menggunakan BBM.

"Kalau beli pertalite saja dengan harga Rp10.000 artinya dia butuh uang Rp100.000 sedangkan saya dapatkan hanya di 30 ribu sekian kalau dibulatkan bisa Rp40.000, artinya ada penghematan sekitar Rp60.000," ujar Brodan. [azz]