Hiu Godzilla Ratusan Juta Akhirnya Punya Nama Resmi

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kerabat hiu berusia 300 juta tahun yang ditemukan pada 2013 akhirnya mendapatkan nama yang tepat setelah diklasifikasikan sebagai spesiesnya sendiri, yaitu Hiu Naga Hoffman (Dracopristis hoffmanorum). Sebelumnya hewan karnivora itu dijuluki Hiu Godzilla.

Kerangka fosil hiu purba ini memiliki panjang 2 meter yang ditemukan dalam keadaan yang luar biasa lengkap dan terawat baik di sebuah situs di Pegunungan Manzano dekat Albuquerque, New Mexico, Amerika Serikat (AS).

Baca: Seks Virtual Selama Pandemi, Nikmat Enggak Sih

Ciri-ciri menonjol dari kerangka ini termasuk 12 baris gigi penusuk di rahang dan sepasang duri sirip sepanjang 2,5 kaki di punggungnya. Dijuluki Hiu Godzilla, karena ukurannya yang paling besar dari fosil sejenisnya yang pernah ditemukan di daerah tersebut dan keberadaan duri di punggungnya.

John-Paul Hodnett adalah sosok yang pertama kali menemukan fosil dan memimpin penelitian baru. "Saya juga penggemar berat film Godzilla. Jadi ketika ciri-ciri hiu ini terungkap, saya pikir itu adalah nama panggilan yang sempurna," kata Hodnett dikutip dari situs Live Science, Sabtu, 24 April 2021.

Nama Hiu Naga Hoffman diambil dari nama keluarga yang memiliki tanah tempat kerangka ditemukan dan sebagai penghargaan atas penampilannya yang mengerikan dan seperti reptil.

“Sangat jarang ditemukan material kerangka hiu purba, apalagi kerangka lengkap yang juga mengawetkan garis bentuk tubuh dan jejak jaringan lunak lainnya. Itu menjadi spesies baru yang luar biasa dan unik," tuturnya.

Hiu Naga Hoffman termasuk dalam kelompok hiu purba misterius yang dikenal sebagai Ctenacanth yang menyimpang dari hiu dan pari modern sekitar 390 juta tahun silam selama periode Devonian.

Kerangka yang terawetkan dengan indah memungkinkan para peneliti untuk mempelajari lebih lanjut tentang kelompok yang kurang dipahami ini. Salah satu perbedaan terbesar antara Ctenacanth dan hiu modern ada di rahang. Rahang Ctenacanth lebih besar, lebih kuat melekat pada tengkorak, membuat mereka kurang fleksibel.