Hizbullah katakan serangan terhadap pasukan AS di Irak baru dimulai

Beirut (AP) - Pemimpin kelompok gerilyawan Libanon, Hizbullah, Minggu, mengatakan serangan rudal Iran terhadap dua pangkalan di Irak yang terdapat pasukan AS hanyalah awal dari pembalasan atas pembunuhan Amerika atas jenderal Iran dalam serangan pesawat tak berawak.

Hassan Nasrallah menggambarkan respons rudal balistik Iran sebagai "tamparan" ke Washington, untuk mengirim sebuah pesan. Serangan terbatas itu tidak menimbulkan korban dan tampaknya hanya unjuk kekuatan.

Pemimpin Hizbullah, yang sangat dekat dengan Iran, mengatakan serangan itu adalah "langkah pertama ke jalan yang panjang" yang akan memastikan pasukan AS menarik diri dari wilayah tersebut.

"Orang Amerika harus memindahkan pangkalan, tentara, perwira, dan kapal mereka dari wilayah kami. Alternatif ... meninggalkan secara vertikal adalah meninggalkan secara horizontal. Ini adalah keputusan yang tegas dan tegas," kata Nasrallah.

"Kami berbicara tentang dimulainya fase, tentang pertempuran baru, tentang era baru di wilayah ini," tambahnya.

Pidatonya di televisi selama 90 menit ditandai satu minggu sejak pembunuhan Jenderal Iran Qassim Soleimani.

Nasrallah memuji Soleimani atas dukungannya yang teguh bagi Hizbullah. Pengawal Revolusi Iran telah memberikan pelatihan bagi Hizbullah, yang bertempur dalam perang di Suriah bersama milisi yang didukung Iran yang diarahkan oleh Soleimani.

Nasrallah mengatakan bahwa dunia adalah tempat yang berbeda setelah kematian Soleimani, dan bukan tempat yang lebih aman seperti beberapa pejabat AS telah uumumkan.

Iran selama berhari-hari telah berjanji untuk membalas pembunuhan Soleimani. Tetapi setelah serangan rudal balistik, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mencuit bahwa negara itu telah "menyimpulkan langkah-langkah proporsional dalam membela diri."

Nasrallah juga memuji kepemimpinan Iran karena mengakui secara tidak sengaja menembak jatuh sebuah pesawat penumpang Ukrania pada malam peluncuran serangan rudal. Dia menyebut pengakuan itu "transparansi yang tak tertandingi di dunia."

Kecelakaan pesawat Rabu pagi menewaskan semua 176 orang di dalamnya, sebagian besar warga Iran dan Iran-Kanada. Iran pada awalnya menunjuk ke kegagalan teknis dan bersikeras angkatan bersenjata tidak bisa disalahkan.

Hizbullah adalah salah satu sekutu utama Iran di wilayah tersebut dan merupakan musuh bebuyutan Israel, yang mana mereka telah melakukan serangkaian konfrontasi, terakhir pada 2006.