HM Sampoerna Tebar Dividen Rp 72,8 per Saham

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) menyepakati pembagian dividen tunai tahun buku 2020 sebesar Rp 72,8 per saham.

Merujuk pada laman resmi Perseroan, jumlah pemegang saham Perseroan tercatat sebanyak 116.318.076.900 saham. Dengan begitu, PT HM Sampoerna Tbk akan membagikan dividen tunai dengan total sekitar Rp 8,46 triliun.

Jumlah dividen dibayarkan itu sekitar 99,9 persen dari laba bersih 2020. Tercatat laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sekitar Rp 8,58 triliun pada 2020. Pembayaran dividen diperkirakan pada 18 Juni 2021.

Presiden Direktur Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis menuturkan, kinerja Perseroan pada 2020 cukup terimbas pandemi COVID-19. Selain itu, pada 2020 terdapat kenaikan tarif cukai hasil tembakau secara rata-rata tertimbang sebesar 24 persen dan kenaikan harga jual eceran (HJE) sebesar 46 persen.

"Kedua faktor tersebut berdampak pada penurunan volume industri hasil tembakau nasional sebesar 9,7 persen pada tahun 2020, sekaligus juga berdampak pada kinerja Perseroan,” kata Mindaugas dalam keterangan resmi, Kamis (27/5/2021).

Dalam RUPST PT HM Sampoerna Tbk juga memutuskan mengubah susunan pengurus. RUPST HMSP mengangkat Dina Lombardi sebagai anggota direksi baru. Ia menggantikan Guillaume Popiol.

Kinerja 2020

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Adapun pendapatan bersih Perseroan sepanjang 2020 tercatat senilai Rp 92,4 triliun dan laba bersih Rp 8,6 triliun dengan penurunan masing-masing sebesar 12,9 persen dan 37,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatat penurunan volume penjualan yang signifikan, mencapai 19,3 persen pada tahun 2020.

"Namun begitu, kami tetap mempertahankan kepemimpinan pasar dengan pangsa pasar sebesar 28,8 persen di 2020,” kata dia.

Pada 2020, kinerja Sampoerna disokong oleh portofolio SKT yang bertumbuh sebesar 1,2 poin persentase menjadi 7,2 persen pada tahun 2020.

Hal ini termasuk Dji Sam Soe, Sampoerna Kretek, dan Sampoerna 234 yang diluncurkan pada bulan Maret 2020. Hal ini memperkukuh posisi kepemimpinan pasar Sampoerna di segmen SKT dengan pangsa pasar sebesar 37,7 persen pada tahun 2020.

Sementara untuk segmen sigaret kretek mesin dan sigaret putih mesin (SKM dan SPM), sejalan dengan data dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, peningkatan tarif cukai yang signifikan dan dampak ekonomi dari pandemi telah mengakselerasi peralihan pembelian ke produk yang memiliki pajak cukai lebih rendah (downtrading).

Dalam hal ini mempengaruhi produk segmen menengah/bawah kami seperti Dji Sam Soe Magnum Mild, Marlboro Filter Black, dan Sampoerna U.

Di sisi lain, merek premium Sampoerna, Sampoerna A, mencatat pertumbuhan pangsa pasar sebesar 0,4 poin persentase menjadi 11,8 persen pada 2020. Hal ini mencerminkan keberhasilan dari kemasan baru yang diluncurkan pada kuartal keempat 2019 serta inisiatif-inisiatif merek lainnya.

Begitu juga untuk merek premium sigaret kretek mesin dengan tar tinggi Dji Sam Soe Magnum Filter yang juga mengalami peningkatan pangsa pasar 0,4 poin persentase, mencapai 1,9 persen pada 2020.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini