Hmm... Amplop Bansos PPKM Darurat Karanganyar Bertuliskan Nama Istri Bupati

·Bacaan 2 menit

Karanganyar - Pembagian bantuan sosial atau bansos untuk PKL terdampak PPKM darurat dari Baznas Karanganyar sempat heboh karena pada amplop tertulis nama istri Bupati Karanganyar, Siti Khomsiyah.

Bansos senilai Rp300.000 itu diserahkan kepada para pedagang kaki lima (PKL) di Kantor Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi (Disdagnakerkop) dan UKM Karanganyar, Senin (19/7/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, distribusi bansos itu dilanjutkan pada Kamis (22/7/2021). Ada sekitar 50 PKL yang belum menerima bansos saat distribusi awal pada Senin (19/7/2021).

Penerima bansos PPKM darurat Karanganyar yang mengambil diminta menunjukan bukti vaksinasi Covid-19, KTA, KTP, dan KK, serta surat domisili bagi warga ber-KTP luar Karanganyar. Berbeda dengan distribusi tahap pertama, kali ini uang bansos untuk PKL Karanganyar diberikan dalam amplop polos warna putih.

Berdasarkan data yang diperoleh Solopos.com, total sasaran bansos itu sebanyak 840 PKL dan pelapak nonpermanen di Taman Pancasila, Alun-alun Karanganyar, Pujasera Cangakan, dan Stadion 45 Cangakan.

“Ini hanya kekeliruan saja [amplop bertuliskan nama istri Bupati]. Sudah diganti amplopnya. Kalau dikaitkan dengan politik praktis saya rasa tidak. Karena pemilu masih jauh. Ini murni kekeliruan saja, tidak ada unsur kesengajaan,” terang Kepala Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar, Martadi, kepada Solopos.com, Kamis.

Martadi mengatakan dana dari Baznas Karanganyar untuk bansos PKL Karanganyar tersebut nilai totalnya Rp300 juta untuk 1.000 PKL. Sementara itu, sasaran yang sudah terdata sebanyak 840 PKL.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Reaksi DPRD Karanganyar

Sisa dana tersebut akan diberikan kepada PKL yang belum terdata dan butuh bantuan. “Nanti kami akan membuat berita acara penyerapan dana bansos dan mengembalikan sisanya ke Baznas,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator PKL kawasan Alun-alun Karanganyar, Heru Budiman, mengaku menerima bansos yang ada tulisan nama Bupati Karanganyar dan istri pada bagian luar amplop. Secara umum ia tidak mempermasalahkan terkait amplop tersebut.

Namun ia mengakui sempat ada pertanyaan terkait sumber dana bansos bagi PKL terdampak PPKM darurat Karanganyar itu di kalangan pedagang. “Kami sebenarnya ya melihat nominalnya. Tapi karena ada info kalau itu dari Baznas kami sempat mempertanyakan itu dana dari mana sebenarnya. Karena kalau Baznas kan itu uang umat, bukan Pemkab,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Komisi B DPRD Karanganyar, Bobby Aditya Putra, mengatakan akan memanggil perwakilan Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar dan Baznas terkait penyaluran bansos tersebut. DPRD saat ini sudah mengajukan surat dan menunggu persetujuan Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo.

“Kami sudah mendapatkan pertanyaan terkait itu dan sudah menindaklanjuti. Akan kami gali informasi lebih lanjut karena informasi yang kami dapat saat ini baru dari media. Kami mengambil langkah memanggil Disdag dan Baznas untuk mengetahui detailnya seperti apa. Tapi jadwalnya masih belum ditentukan,” ungkapnya.

Dapatkan berita Solopos.com lainnya, di sini:

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel