Hoaks Cara Cek Smartphone Disadap dari Nomor *#21# Kembali Ramai, Ini Penjelasannya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks tentang cara mengecek smartphone disadap dengan mengetik nomor *#21# di layar ponsel kembali ramai di media sosial.

Hal ini berawal dari akun Facebook bernama Duwik Puji Prasetia yang mengunggah sebuah video ke grup CAH KENDAL RA, pada Jumat (22/1/2021) dengan narasi berikut:

"Ikutan yang lagi viral cek HP yang disadap semoga bermanfaat buat dulur-dulur silakan mencobanya lur," demikian sebagaimana dikutip dari akun Facebook komunitas Indonesian Hoaxes, Selasa (26/1/2021).

Di video yang berasal dari pengguna aplikasi SnackVideo bernama @Nyimassherly_ itu terdapat narasi "Ikutan yang lagi viral cara cek hp disadap" dan "sempat deg-degkan awalnya" dan seseorang yang mengetikkan kode *#21#.

Kabar bohong ini pun menjadi perhatian warganet dan bahkan ada beberapa dari mereka yang sempat percaya.

Berdasarkan penelusuran Tekno Liputan6.com, informasi mengenai *#21# yang bisa digunakan untuk mengecek smartphone disadap adalah hoaks.

Penjelasan Pakar

Ilustrasi menyadap smartphone
Ilustrasi menyadap smartphone

Kombinasi *#21# sebenarnya digunakan untuk mengaktifkan call forwarding atau pengalihan panggilan. Jadi, fitur ini akan mengalihkan panggilan yang masuk ke nomor utama apabila tak dapat dihubungi.

Saat dikonfirmasi terkait pesan ini, Pakar Keamanan dan Kriptografi Pratama Persadha juga menyebut kabar itu tidak benar. Menurutnya, fitur ini memang digunakan untuk mengalihkan panggilan masuk.

"Call forwarding ini sebenarnya digunakan apabila telepon milik kita akan disambungkan ke saluran lain PSTN, mailbox, dan lain-lain," tuturnya saat dihubungi Tekno Liputan6.com.

Terkait kemungkinan fitur call forwarding yang aktif tanpa diketahui pengguna, menurut Pratama, besar kemungkinan hal itu memang pengaturan bawaan dari kartu SIM milik operator.

Teknologi Penyadapan

Penyadapan Seluler
Penyadapan Seluler

Pratama juga menuturkan, teknologi penyadapan yang ada sekarang ini sebenarnya sudah canggih. Menurutnya, dengan teknologi saat ini, seseorang tak akan sadar kalau dirinya sedang disadap.

"Teknologi penyadap sekarang sudah canggih. Orang tak akan sadar kalau disadap. Apalagi, kalau penyadapnya memiliki sistem lawful intercept yang terhubung langsung ke operator," ujarnya menjelaskan.

Pria yang juga menjabat sebagai Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini menyebut aksi penyadapan itu hampir sulit dirasakan oleh korban.

"Paling yang bisa merasakan penyadapan itu sedikit. Misalnya, penyadap menggunakan trojan di handphone atau menggunakan tactical intercept yang bisa dibawa ke mana-mana," tuturnya menutup pembicaraan.

Sempat Masuk Situs Turn Back Hoax

(Foto:Dok.Samsung)
(Foto:Dok.Samsung)

Kepastian kabar ini palsu juga dapat diketahui dari situs TurnBackHoax.ID yang dikelola oleh Masyarakat Anti Hoax Indonesia (MAFINDO). Dalam satu unggahan tertanggal 1 November 2017 dipastikan pula informasi ini adalah hoax.

Unggahan itu juga berisi sejumlah alasan mengapa pesan berantai itu merupakan kabar palsu. Bagi kamu yang ingin mengetahui penjelasan tersebut dapat langsung mengakses situs TurnBackHoax.ID.

Sekadar informasi, situs ini merupakan arsip hasil diskusi grup Forum Anti Fitnah, Hasut dan Hoax (FAFHH) di Facebook. Masyarakat juga dapat bertukar informasi melalui grup tersebut.

(Dam/Isk)