Hoaks dan Misinformasi Jadi Tantangan Besar Kemenkes dalam Program Vaksinasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, menyatakan, tantangan besar dalam sosialisasi, edukasi, serta percepatan vaksinasi adalah hoaks dan misinformasi yang bertebaran di seluruh kalangan masyarakat Indonesia.

“Seiring dengan informasi yang kita berikan, hoaks dan misinformasi juga semakin banyak. Saat ini, informasi salah atau hoaks terkait vaksin ada 1.300,” ucap dr. Nadia dalam jumpa pers, Senin (23/8/2021).

Banyak hoaks dan misinformasi terkait Covid-19 yang muncul ke permukaan dan isi terkait efek samping menerima vaksinasi merupakan isu yang mendominasi. “Seperti misalnya setelah vaksin malah menjadi lumpuh, meninggal dunia, sampai tubuh tertanam chip, dan lainnya,” kata dr. Nadia, seperti dikutip Antara.

Selain itu, terdapat isu hoaks seputar obat-obatan. Bahkan, ada konten sesat yang membuat masyarakat tidak percaya akan adanya wabah virus Covid-19.

“Kalau terkait Covid-19, banyak sekali, terutama soal obat-obatan Covid-19 dan setelah vaksinasi seperti air kelapa, susu kaleng, minyak kayu putih, dan lainnya. Ada juga soal Covid-19 adalah penyakit seperti flu dan tidak perlu masker. Ini misleading jika kemudian masyarakat membaca hal tersebut,” katanya.

Timbul tenggelamnya informasi berupa hoaks dan misinformasi ini membuat masyarakat takut dan tidak ingin menerima vaksin Covid-19. Sikap kritis dan jeli juga harus dimiliki oleh masyarakat dalam menghadapi situasi ini.

(MG/ Amadea Claritta)

Sumber:https://www.antaranews.com/berita/2344966/kemenkes-hoaks-jadi-tantangan-terbesar-sosialisasi-vaksinasi

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel