Hoaks Disebut Pengaruhi Capaian Vaksinasi Covid-19 di Pidie Aceh

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, Aceh, dr Arika Aboebakar menyatakan, beredarnya berita bohong atau hoaks di tengah masyarakat ikut mempengaruhi capaian vaksinasi Covid-19 di kabupaten itu.

"Sebagian masyarakat di Kabupaten Pidie masih minim memahami terhadap pentingnya vaksinasi," kata dr Arika, dikutip dari Antara, Minggu (22/8/2021).

Ia menjelaskan, pengaruh dari informasi hoaks yang beredar tersebut membuat masyarakat takut sehingga tidak mau divaksin Covid-19.

"Ini tugas kita semua, bukan hanya pemerintah untuk meyakinkan warga agar mau divaksin supaya kasus Covid-19 tidak meningkat dan segera terbentuk kekebalan kelompok," ucap Arika.

Arika mengimbau, warga Pidie tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas, jangan mudah percaya berita hoaks dan tetap ikhtiar dengan menjalankan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi.

Arika menyebutkan, sasaran vaksin di Kabupaten Pidie untuk tenaga Kesehatan 5.953, pelayanan publik 40.525, lanjut usia (lansia) 35.530, masyarakat umum 212.558 dan untuk remaja 46.280 orang.

Namun, kata dia, capaiannya masih belum sesuai target vaksin yang sudah tercapai dosis pertama untuk tenaga kesehatan 5.207, pelayan publik 23.930, lansia 1.686, masyarakat umum 6.433 dan untuk remaja hanya mencapai 231, dengan jumlah semuanya yang sudah divaksin 37.487 orang.

Selanjutnya dosis ke dua yang sudah berhasil divaksin, tenaga kesehatan 4.768 orang, pelayan publik 12.801, lansia 781, masyarakat umum 1.865 dan untuk remaja 46 orang dengan jumlah semua yang sudah divaksin 20.261 orang.

"Kami akan terus memacu capaian dengan terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi Covid-19," tambah dr Arika.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel