Hoaks! Gempa Indonesia terasa hingga 2.000 km

Jakarta (ANTARA/JACX) – Gempa menjadi peristiwa alam yang lekat dengan masyarakat Indonesia menyusul posisi Tanah Air pada pertemuan lempeng Eurosia, Indo-Australia, dan Pasifik.

Pada 10 Januari, terjadi gempa bumi di Magnitudo 7,5 di Maluku, yang sempat memicu Tsunami, bahkan memunculkan pulau baru di Tanimbar, Maluku.

Terkait peristiwa gempa itu, muncul unggahan di Facebook pada 10 Januari 2022 yang menampilkan video tiga orang seperti berada di hutan. Tidak berselang, terjadi gempa sehingga membuat orang-orang yang tampak pada video terjatuh.

Berikut terjemahan dalam unggahan berbahasa Inggris itu:
“Video #gempa Dari #Indonesia Magnitudo 7,7, getaran terasa lebih dari 2000 kilometer. Alam sangat rapuh & Kita manusia sedang bermain dengan Ibu #Alam.”

Namun, benarkah peristiwa gempa di Indonesia pada 10 Januari terasa hingga lebih dari 2.000 kilometer seperti tampak pada unggahan video itu?

Unggahan video hoaks yang menyatakan peristiwa gempa 10 Januari 2023 di Indonesia terasa hingga 2.000 km dari episentrum gempa. Faktanya, unggahan video tersebut merupakan peristiwa gempa yang terjadi di Taiwan. (Facebook)
Unggahan video hoaks yang menyatakan peristiwa gempa 10 Januari 2023 di Indonesia terasa hingga 2.000 km dari episentrum gempa. Faktanya, unggahan video tersebut merupakan peristiwa gempa yang terjadi di Taiwan. (Facebook)

Penjelasan:
ANTARA menemukan unggahan video yang menampilkan sekelompok orang di hutan dan terjadi gempa seperti terdapat pada Facebook itu pada konten Geology Notes berjudul ‘ICYMI: Pada tanggal 18 September 2022, gempa berkekuatan 6,9 M di tenggara Lugu, Taiwan, terjadi sebagai akibat patahan geser pada kedalaman yang dangkal’.

Sejumlah orang yang tampak pada unggahan video di Facebook itu berlokasi di Taiwan, pada 18 September 2022.

Sementara, gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,5 berlokasi pada koordinat 7,37° LS ; 130,23° BT, atau pada jarak 136 Km arah Barat Laut Maluku Tenggara Barat, Maluku pada kedalaman 130 km. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 10 Januari 2023 pukul 00.47 WIB.

Gempa bumi itu berdampak dan dirasakan di daerah Saumlaki dengan skala intensitas V MMI. Daerah Dobo, Tiakur IV MMI, dilansir dari ANTARA.

Dengan demikian, unggahan tersebut merupakan hoaks karena video tersebut merupakan gempa di Taiwan, bukan di Indonesia.


Klaim: Gempa Indonesia terasa hingga 2.000 km
Rating: Hoaks

Cek fakta: Hoaks! Ilustrasi Pangandaran retak setelah gempa 3 Januari 2023

Cek fakta: Hoaks! Lantai tiga RS Balimed Karangasem jebol karena gempa

Baca juga: Warga Desa Teinaman di Tanimbar kembali ke rumah meski muncul pulau