Hoaks Jadi Pemicu Pengambilan Paksa Jenazah yang Terpapar Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Pengambilan paksa jenazah yang diduga dan terkonfirmasi terinfeksi Covid-19 di rumah sakit terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Mereka membongkar peti jenazah untuk dimakamkan secara normal, kondisi ini kerap dipicu oleh informasi yang salah atau hoaks yang beredar di tengah masyarakat.

Dikutip dari theconversation.com, kondisi psikologis yang tidak terkendali dari keluarga jenazah dan nilai budaya yang telah mengakar di masyarakat dalam pemulasaraan jenazah memicu masyarakat untuk menolak pemulasaraan jenazah dengan prosedur Covid-19.

Hal ini diperparah dengan praktek pemulasaraan jenazah di Indonesia yang dilakukan mandiri di masyarakat yang beragam dan dipengaruhi oleh persepsi dan sumber informasi yang kurang tepat.

Banyak misinformasi yang tersebar di masyarakat dalam pelaksanaan pemakaman jenazah dengan prosedur Covid-19 di masyarakat. Misalnya, ada yang percaya bahwa masyarakat sekitar pemakaman bisa tertular virus corona jika jenazah pasien Covid-19 dimakamkan dengan protokol Covid di suatu desa.

Sebuah riset terkait misinformasi Covid-19, misalnya, menyatakan hampir 20 persen dari 342 responden percaya bahwa berkumur dengan air garam atau cuka dapat membunuh virus. Dan 13 persen lainnya beranggapan virus corona tidak bisa hidup di iklim Indonesia. Faktor misinformasi ini memungkinkan munculnya kluster baru yang berkaitan dengan rangkaian pemulasaraan jenazah.

Misalnya, di Kota Pekanbaru, bayi 10 bulan dinyatakan positif Covid-19 setelah menghadiri takziah bersama orang tua dan adanya kluster takziah yang terjadi di Jakarta Barat pada minggu pertama Oktober.

Guna mencegah pengambilan paksa jenazah berulang dan munculnya kluster baru Covid-19 yang berkaitan dengan rangkaian pemulasaraan jenazah, tokoh ulama berperan sangat krusial dalam mendidik masyarakat tentang cara benar pengurusan jenazah pasien Covid-19. Masyarakat Indonesia yang religius dan sangat menghormati para ulama akan mudah menerima dan mengikut informasi yang akurat dari ulama.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Simak Video Berikut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel