Hoaks Jadi Penyebab Sebagian Masyarakat di Tobago Ragu Disuntik Vaksin COVID-19

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi penyuntikan vaksin Covid-19 (Liputan6.com / Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian masyarakat di Tobago dilaporkan masih ragu untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Spesialis komunikasi, Joanne John menduga, paparan misinformasi dan hoaks menjadi penyebab dari masalah tersebut.

"Berkembangnya informasi yang salah atau hoaks di WhatsApp, yang benar-benar berkontribusi menyebabkan orang mempercayai hal-hal yang tidak akurat," kata John dikutip dari newsday.co.tt pada Jumat (12/11/2021).

"Apa yang ingin saya lihat adalah cara mendidik orang tentang cara menavigasi platform media sosial ini dan melihat ketika ada sesuatu yang merupakan berita palsu dan apa yang sebenarnya harus anda cari," tambah John.

John sebelunnya tinggal di Kanada dan menjadi eksekutif senior dengan pemerintah Kanada. Dia mengklaim tidak ada WhatsApp di Ottawa, Kanada sehingga tidak ada yang mengirimkan konspirasi tentang vaksin COVID-19.

Sementara, dokter dan ahli diabetes Dr Maxwell Adeyemi, tak menampik sebagian masyarakat masih belum yakin terhadap vaksin COVID-19.

"Belum lama ini, kami memiliki masalah HPV (human papillomavirus). Ini adalah fakta kehidupan di dunia medis. Namun, dengan perhatian khusus pada COVID-19, ada banyak hoaks dan teori konspirasi," ucap Adeyemi.

Adeyemi mendorong, pemerintah setempat untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya vaksinasi COVID-19. Selain pemerintah, parah tokoh agama dan masyarakat juga perlu dilibatkan agar warga mau divaksin.

"Dinamika terus berubah pada beberapa fakta yang diberikan, sehingga tidak ada tingkat keseimbangan di mana kita bisa merasa nyaman," tambah dia,

Adeyemi yakin, jika masing-masing individu sudah divaksin maka penyebaran COVID-19 bisa dikendalikan.

"(Virus) itu sudah bersama kami selama dua tahun. Tetapi saya percaya bahwa kita harus belajar untuk hidup dengan virus," tutup Adeyemi.

Penulis: Geiska Vatikan Isdy

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel