Hoaks Jadi Penyebab Warga di Liberia Enggan Divaksin Polio

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Informasi palsu atau hoaks mengenai vaksin Covid-19 membuat sebagian warga di Liberia mulai menolak divaksin polio bagi anak-anak.

Informasi ini terungkap setelah UNICEF dan beberapa lembaga di Liberia menemukan adanya penolakan dari sejumlah orang tua yang melarang anaknya divaksin polio.

Mohamed Shariff, seorang guru di sebuah sekolah di Monrovia mengatakan, situasi saat ini berbeda dengan kampanye vaksinasi polio sebelumnya yang pernah ia lakukan.

"Sebelumnya, semua orang memakai vaksin polio. Sekarang, karena Covid-19, kami memiliki begitu banyak penolakan. (Meskipun) kami telah menggunakannya selama bertahun-tahun," kata Shariff dikutip dari situs unicef.org, Minggu (4/7/2021).

Sementara, seorang bidan di Klinik Hydro MERCI, Comfort Morphre menduga bahwa penolakan terhadap vaksin polio disebab oleh maraknya informasi palsu atau hoaks.

"Saya bisa merasakan beban (dari informasi yang salah). Saya mengenal orang-orang ini di komunitas saya," ucap dia.

Untuk itu, UNICEF dan sejumlah lembaga terkait di Liberia terus berupaya meyakinkan masyarakat agar mau divaksin polio.

Selena Montgomery, konsultan Komunikasi untuk Pembangunan UNICEF, telah berbicara dengan para ibu di daerah Grand Cape Mount tentang pentingnya vaksin. Selena dan rekan-rekannya mendatangi warga dari pintu ke pintu di daerah itu, membangun kepercayaan dan memastikan orang tua memiliki informasi yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan tentang kesehatan anak-anak mereka.

Ummu Paasewe, seorang petugas mobilisasi masyarakat dari Kementerian Kesehatan Liberia, telah berbicara dengan para ibu dan mendorong mereka untuk memvaksinasi anak-anak mereka terhadap polio.

"Kami mencoba meyakinkan mereka bahwa itu adalah vaksin yang sama seperti sebelumnya," katanya.

Kissah Mensah yang menjadi sukarelawan untuk kampanye vaksinasi polio, berbicara dengan orang tua di Monrovia dan mendorong mereka untuk memvaksinasi anak-anak mereka.

"Karena Covid-19, orang-orang menolak vaksin. Saya berhasil meyakinkan (beberapa dari) mereka bahwa vaksin polio aman," kata Kissah.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel