Hoaks! Jokowi keluar dari konfederasi Uni Eropa dan ASEAN terkait mineral

Jakarta (ANTARA/JACX) – Presiden Joko Widodo telah menetapkan kebijakan larangan ekspor bijih nikel dan melanjutkan larangan ekspor komoditas bauksit pada Juni 2023.

Cadangan dan produksi dua komoditas mineral logam dari Indonesia termasuk peringkat enam besar dunia.

Namun, sebuah unggahan di Facebook menyatakan Presiden Joko Widodo memutuskan keluar dari Konfederasi Uni Eropa dan ASEAN.

Dalam unggahan tersebut dinarasikan bahwa langkah keluar dari Uni Eropa dan ASEAN karena Indonesia memegang kendali nikel, dalam sengketa perdagangan dengan Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Pegang Kendali Nikel Jokowi Keluar Dari Konfederasi Uni Eropa & Asean”

Namun, benarkah Jokowi memutuskan keluar dari konfederasi Uni Eropa dan ASEAN setelah memegang kendali nikel dalam sengketa perdagangan dengan Uni Eropa di WTO?

Unggahan video hoaks yang menyatakan Jokowi memutuskan keluar dari Konfederasi Uni Eropa dan ASEAN setelah memegang kendali nikel dalam sengketa perdagangan dengan Uni Eropa di WTO. Faktanya, video tersebut tidak ada hubungannya dengan narasi tersebut. (Facebook)
Unggahan video hoaks yang menyatakan Jokowi memutuskan keluar dari Konfederasi Uni Eropa dan ASEAN setelah memegang kendali nikel dalam sengketa perdagangan dengan Uni Eropa di WTO. Faktanya, video tersebut tidak ada hubungannya dengan narasi tersebut. (Facebook)

Penjelasan:
Penelusuran ANTARA, video tersebut berisi pernyataan Jokowi dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Dalam video, Jokowi menyatakan pemanfaatan bahan mineral mentah di Indonesia. Sedangkan Airlangga mengatakan sengketa kebijakan impor nikel Indonesia di WTO.

Selain itu, narasi suara pada unggahan video itu menjelaskan kebijakan hilirisasi mineral hasil tambang dalam negeri.

Namun, tidak ada satu pun narasi menyebut kebijakan Presiden Jokowi bahwa Indonesia keluar dari federasi Uni Eropa dan ASEAN terkait ekspor mineral, dalam video itu.

Video berdurasi delapan menit tersebut merupakan kompilasi dari beberapa video yang tidak berhubungan dengan judul unggahan tersebut, seperti konten yang diunggah oleh akun YouTube BeritaSatu berjudul ‘Uni Eropa Desak RI Lanjutkan Kerjasama CEPA’.

Selain itu terdapat pula pernyataan Jokowi yang serupa tayang pada unggahan KompasTV berjudul ‘Jokowi Tegaskan RI Bukan Negara Tertutup Meski Larang Ekspor Nikel dan Bauksit’.

Dengan demikian, unggahan video yang menyatakan Jokowi memutuskan keluar dari Konfederasi Uni Eropa dan ASEAN setelah memegang kendali nikel dalam sengketa perdagangan dengan Uni Eropa di WTO merupakan kabar bohong atau hoaks.

Klaim: Jokowi keluar dari konfederasi Uni Eropa dan ASEAN terkait mineral
Rating: Hoaks

Cek fakta: Hoaks! Pemerintah Indonesia naikkan pajak ekspor nikel seribu persen

Cek fakta: Hoaks! ANTARA siarkan pengumuman perubahan DMO sawit

Baca juga: Jokowi akan umumkan penghentian ekspor komoditas bahan mentah lain