Hoaks! Kasus HIV marak di Bandung akibat vaksin

Jakarta (ANTARA/JACX) - Kabar tentang ratusan mahasiswa dan ibu rumah tangga di Bandung mengidap "human immunodeficiency virus" (HIV), pertama kali dilaporkan oleh Ketua Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung Sis Silvia Dewi pada akhir Agustus 2022.

Ada 5.943 kasus positif HIV di Bandung selama periode 1991-2021, 11 persen pengidapnya adalah ibu rumah tangga (IRT) dan 6,9 persen terjadi pada mahasiswa.

Laporan itu kemudian ditanggapi pengguna akun Twitter @goldeneagle2707 pada 30 Agustus 2022.

Akun dengan 3.327 pengikut di Twitter itu mengaitkan kemunculan ribuan kasus HIV di Ibu Kota Jawa Barat tersebut dengan vaksin.

"Kami pernah informasikan, bakal ada pandemi Vaids atau HIV yang sebenar-benarnya berasal dari vaksin," demikian isi narasinya.

Lalu, benarah kasus HIV marak di Bandung akibat vaksin?



Penjelasan:
Kemunculan ribuan kasus HIV di Kota Kembang dalam akumulasi waktu 31 tahun, tidak berhubungan dengan vaksin.

Isu vaksin memicu HIV, hal tersebut telah dibantah ANTARA dalam laporannya berjudul "Hoaks! Vaksin booster sebabkan HIV".

Menurut data KPA, ribuan pengidap HIV muncul akibat perilaku seksual berisiko, heteroseksual, dan penggunaan narkoba suntik yang telah terpapar HIV.

Perilaku seksual berisiko menjadi indikator tertinggi, yakni 40 persen. Menurut situs sehatq, perilaku seksual berisiko dapat diartikan sebagai berikut:
1. Melakukan hubungan seksual tanpa proteksi
2. Gonta-ganti pasangan
3. Seks anal
4. Hubungan seksual dan obat-obatan terlarang
5. Seks berbayar
6. Seks di bawah umur

Dokter dan peneliti di Cardiff Inggris, yang juga fokus menangani vaksin COVID-19, Bnar Talabani, menjelaskan vaksin yang mengandung HIV sudah pasti tidak akan diloloskan pada tahap pengujian.

"Vaksin, termasuk vaksin COVID-19 tidak dapat menyebabkan AIDS/HIV atau membuat kita lebih rentan tertular virus ini atau virus lainnya," kata Talabani.

Klaim: Kasus HIV marak di Bandung akibat vaksin
Rating: Disinformasi

Baca juga: Dinkes Bandung: HIV/AIDS mudah terdeteksi jika stigma hilang

Cek fakta: Hoaks! Makanan kaleng dapat menyebabkan HIV/AIDS

Baca juga: Kemenkes: 407 mahasiswa idap HIV di Bandung akumulasi selama 31 tahun