Hoaks! Penangkaran kadrun di Bogor

Jakarta (ANTARA/JACX) - Foto yang menampilkan lima orang menggunakan gamis lengkap dengan cadar atau niqab berwarna hitam menjadi viral dalam unggahan Twitter.

Tampak dalam unggahan foto pada 30 Oktober itu empat orang yang menggunakan busana khas Timur-Tengah tengah duduk di sekitar meja.

Tiga gelas berada berada di atas meja, sedangkan satu gelas yang masih berisi minuman dipegang salah seorang diantaranya. Dua orang dalam foto itu juga tampak menjepit rokok di sela-sela jari mereka.

Namun, perhatian akan tertuju pada teks yang terdapat pada sisi bawah foto itu. Teks itu adalah "Puncak bogor."

Sedangkan di sisi atas tampak keterangan lokasi peristiwa orang-orang bergamis dan bercadar itu, bernama "Strattons Hotel".

Akun pengunggah foto itu memberikan keterangan sebagai berikut:
"Kadrun wati di lokasi penangkaran kadrun di puncak bogor."

Unggahan itu telah disukali lebih dari 100 kali, dikomentari 19 pengguna lain Twitter, dan diunggah ulang hingga 33 kali.

Namun, benarkah terdapat kelompok yang disebut sebagai kadrun dan berpusat di Puncak, Bogor, Jawa Barat, sebagaimana diklaim oleh unggahan Twitter itu?

Unggahan hoaks yang mengklaim foto sekelompok orang menggunakan burqa (gamis dan cadar) sebagaimana pakaian masyarakat Timur Tengah sebagai "kadrun" dan terdapat di Puncak, Bogor. Faktanya, mereka adalah kelompok anti-burqa di Sydney, Australia. (Twitter)
Unggahan hoaks yang mengklaim foto sekelompok orang menggunakan burqa (gamis dan cadar) sebagaimana pakaian masyarakat Timur Tengah sebagai "kadrun" dan terdapat di Puncak, Bogor. Faktanya, mereka adalah kelompok anti-burqa di Sydney, Australia. (Twitter)

Penjelasan:
Unggahan foto yang menampilkan sekelompok orang menggunakan gamis dan cadar berwarna hitam itu bukan berlokasi di Puncak, Bogor.

Penelusuran terhadap foto serupa menemukan unggahan artikel pada situs Partai Proteksionis Australia.

Kelompok yang terdiri dari tujuh orang itu merupakan warga Australia yang berpura-pura mengenakan gamis dan cadar hitam. Sebagaian dari mereka bahkan merupakan laki-laki meskipun menggunakan burqa.

Aksi itu bertujuan menunjukkan masalah keamanan yang timbul ketika seseorang menggunakan gamis dan cadar hitam, sebagaimana kebiasaan masyarakat kawasan Timur Tengah.

"Burga (gamis dan cadar) yang ketinggalan zaman dan tidak sesuai memicu sejumlah ancaman pada masyarakat sipil dan meningkatkan perhatian akan keamanan, kriminalitas, dan budaya," demikian unggahan dari kelompok anti-burqa bernama "Faceless".

Pencarian lokasi terhadap nama "Strattons Hotel" sebagaimana tampak pada unggahan Twitter itu menghasilkan temuan lokasi di Jalan Castlereagh Nomor 249, Kota Sydney, negara bagian New South Wales. Tapi, lokasi itu telah berubah dan saat ini bernama "Downing Hotel".

Dengan demikian, unggahan yang mengklaim kadrun di lokasi penangkaran Puncak Bogor merupakan konten hoaks dan menyesatkan.

Klaim: Penangkaran kadrun di Bogor
Rating: Hoaks/Salah

Cek fakta: Hoaks! Bruce Lee bernama asli Badruddin Rusli dan beragama Islam

Cek fakta: Hoaks! Puan sarankan pendidikan Agama Islam dihapus

Baca juga: Pembina PITI: Tidak boleh ada istilah aseng, asing, cebong, dan kadrun