Hoaks Seputar Covid-19 Bahayakan Nyawa Warga

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi Cek Fakta

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks seputar penanganan covid-19 sangat mengganggu pengendalian pandemi. Bahkan tak sedikit hoaks tersebut yang membahayakan nyawa seseorang.

Beberapa hoaks yang sempat viral adalah klaim bahwa beragam obat bisa menyembuhkan covid-19. Padahal hingga sekarang belum ada satupun obat yang benar-benar efektif melawan covid-19.

Selain itu banyak pula hoaks seputar makanan atau minuman yang diklaim bisa menyembuhkan covid-19. Seperti bawang putih, bawang merah, hingga air kelapa muda.

"Hoaks terkait kesehatan ini tentu sangat bahaya. Orang-orang bisa minum obat yang tidak sesuai dengan penyakitnya," ujar dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD, salah satu edukator covid-19 dilansir Antara.

"Informasi yang keliru akan bikin orang bertindak keliru. Jadi perlu saya sampaikan informasi yang saya tahu. Salah satu hoaks yang paling berdampak adalah ada isu dicovidkan oleh pihak RS sehingga masyarakat takut ke RS," katanya menambahkan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel