Hoaks Seputar Covid-19 dalam Sepekan

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta- Informasi seputar Covid-19 masih beredar di tengah pandemi yang belum usai. Namun, informasi tersebut tidak bisa langsung dipercaya sebelum memastikan kebenarannya agar tidak menjadi korban hoaks.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar Covid-19 yang beredar di media sosial dalam sepekan, hasilnya informasi tersebut terbukti palsu alias hoaks.

Simak informasi hoaks seputar Covid-19 hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. Video Penyebaran Uang Wasiat Seorang yang Mati karena Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video penyebaran uang wasiat seorang yang mati karena Covid-19. Video tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Video yang diklaim penyebaran uang wasiat seorang yang mati karena Covid-19 dengan durasi 2.32 menit tersebut menampilkan seorang berjaket hitam mengambil sejumlah lembar uang dari kantung, kemudian uang tersebut dilempar ke udara di kawasan pertokoan.

Dalam video seorang tersebut pun bernarasi, berikut transkrip narasinya:

“Today a friend of mine died, he was a rain man and his name is Joe Kosh, he got killed and there was some pieces that remained that he never finished, right here. He was a dude that made good money and got killed for nothing. I am doing this to commemorate him.”

Kemudian pada menit ke 2.08 tayangan tersebut menampilkan seorang mengenakan kaus merah sedang menebar uang ke udara.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Infonya ini seorang yang mati kena CoViD berwasiat agar sisa hartanya disebar di Times Square".

Benarkah klaim video penyebaran uang wasiat seorang yang mati karena Covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video penyebaran uang wasiat seorang yang mati karena Covid-19 tidak benar.

Penyebar uang dalam video tersebut adalah teman Joe Kush, rapper Amerika yang meninggal terbunuh bukan karena Covid-19. Penyebaran uang dilakukan untuk mengenang Joe Kush yang suka menyebar uang semasa hidupnya.

2. Postingan Informasi Terkait Antibodi dan Covid-19 dari Dekan IPB

Beredar kembali di aplikasi percakapan dan media sosial postingan terkait antibodi untuk melawan covid-19 yang diklaim dari tulisan dosen IPB. Postingan ini sebenarnya sudah beredar sejak tahun lalu namun dibagikan lagi di aplikasi percakapan belakangan ini.

Salah satu akun yang mengunggahnya bernama Aprilia Mulyaningsih. Dia mempostingnya di Facebook pada 27 Maret 2021.

Berikut isi postingannya:

"Inilah pakar yg benar Pakar, memberikan pencerahan dan harapan, tidak menakut- nakuti

*sumber:*DR. Ir. Hj. Sri Nurdiati (Dekan FMIPA IPB dan Dosen Biokimia IPB)

*_Mhn di sosialisasikan :_```Banyak orang nggak sadar pentingnya "ANTIBODI" stoknya harus selalu ada. Orang lebih panik masker atau hand sanitizer hilang di pasaran. Harusnya kita lebih panik kalau "ANTIBODI" hilang di tubuh, karena virus tidak mungkin dihindari.```*Point penting dari diskusi:

*```1. Virus itu hanya bisa dikalahkan oleh "ANTIBODI"``````

2. "Antibodi" yg di dlm tubuh itu kyk pabrik, kadang banyak kadang sedikit.``````

3. Supaya produksi "anti bodi" banyak, sering konsumsi vitamin C dan E setiap hari serta berjemur Sinar Matahari Pagi.``````

4. Virus itu ngga mungkin dihindari, jadi pasti selalu ada, contohnya kalau bersin, bisa dipastikan ada virus disitu. Bersin indikasi tubuh menolak.``````

5. Kalau berhasil tembus ke hidung dekat tenggorokan, tubuh akan batuk, tanda menolak.``````

6. Kalau masih tembus juga, baru demam. Kalau masih tembus juga, barulah "antibodi" keluar dr pabrik utk melawan perang dgn virus.``````

7. Kelemahan virus itu sm sabun. Kalau ngga ada hands sanitizer, pake sabun apa saja bisa bahkan sabun cuci piring jg bisa. Dlm 3-5 menit, virus akan mati sama sabun.``````

8. Selama 14 hari "antibodi" kita akan merekam virus ini dan disimpan dlm *sel memori* di otak.``````

9. Jadi kalau kita sembuh dan suatu saat kena corona lagi, sel memori ini akan aktif dlm 24 jam (ngga perlu menunggu 14 hari lagi)``````

Jadi, mari kita lebih fokus ke dalam tubuh dgn meyakinkan``` "STOCK ANTIBODI" ```cukup alias vitamin C/E rutin dikonsumsi dan Berjemur Sinar Matahari yg paling mudah.``````

Catatan tambahan dari Redaksi:Sumber vitamin C dan E terdapat pada Buah2an, kacang2an dan sayur2an, antara lain:```

*✔ Jeruk Manis/nipis*

*✔ Tomat**✔ Jambu Biji*

*✔ Kacang Tanah*

*✔ Kacang Hijau*

*✔ Bayam*

*✔ Pucuk Melinjo*

*✔ Pucuk Kates.*

*✔ Apokat*

*✔ Buah Pisang*

*✔ Brokolli*

*✔ Air Putih hangat*

*✔ Wedang Rempah (Serai, Jahe, Kunir, Jeruk nipis)*

```Semoga bermanfaat Untuk kita semua & masyarakat...```" *Ingat ! Perkuat AntiBodi anda*

"Terus semangat berusaha melawan Virus Covid 19 & jangan lupa selalu berdoa pada Tuhan, agar di beri kesehatan, kekuatan, dan keselamatan kita sekeluarga dan segenap bangsa Indonesia."

Lalu benarkah isi postingan terkait antibodi dengan covid-19 di atas? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, postingan terkait informasi antibodi dengan covid-19 adalah tidak benar.

Dekan FMIPA IPB DR. Ir. Hj. Sri Nurdiati membatah tulisan tersebut dibuat dan disebar oleh dirinya.

3. Inggris Turunkan Status Covid-19 Sebab Bisa Disembuhkan Paracetamol dan Pandemi Berakhir

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Inggris menurunkan status Covid-19 sebab bisa sembuh dengan Paracetamol, pandemi telah berakhir

Informasi Inggris menurunkan status Covid-19 sebab bisa sembuh dengan Paracetamol, pandemi telah berakhir melalui aplikasi percakapan WhatsApp.

Berikut informasi tersebut:

"File Corona ditutup di Inggris

Klasifikasi UK Povid berubah dari penyakit menular yang parah menjadi penyakit menular biasa…

https://www.gov.uk/guidance/high-consequence-infectious-diseases-hcid

Pemerintah Inggris menyatakan bahwa penyakit Corona adalah virus yang umum, dan hanya orang yang memiliki masalah lain yang takut akan penyakit itu.

Dan itu bisa dilawan dengan pil Parastamol. Tutup file Corona setelah Organisasi Kesehatan Dunia secara resmi terlibat dalam konspirasi melawan kemanusiaan, memaksa mereka untuk mengaku dan mengubah pernyataan mereka, dan perintah akan diarahkan ke semua negara untuk dibuka dan tidak perlu ada jarak sosial dan mengarahkan pemulangan hidup normal

Hari ini, organisasi tersebut menyatakan:

Organisasi Kesehatan Dunia mencapai kesimpulan akhir bahwa pembawa virus Covid 19 dianggap orang yang tidak menular kepada orang lain, kecuali dalam kasus gejala, yang terpenting adalah suhu! Oleh karena itu, tidak disarankan untuk memeriksa yang tidak terinfeksi atau menyimpannya untuk karantina

Dengan demikian, survei nasional dan karantina untuk orang-orang tanpa gejala menjadi tidak berguna dan tidak mempengaruhi penanganan penyakit !!!

Strateginya sekarang adalah mencari orang dengan gejala dan bukan pembawa penyakit!Sekarang pandemi telah berakhir dan konspirasi telah terungkap, dan Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan bahwa apa yang terjadi beberapa bulan lalu adalah kesalahpahaman."

Benarkah klaim Inggris menurunkan status Covid-19 sebab bisa sembuh dengan Paracetamol, pandemi telah berakhir? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi Inggris menurunkan status Covid-19 sebab bisa sembuh dengan Paracetamol, pandemi berakhir tidak benar.

Pemerintah Inggris memang menurunkan status Covid-19 dari dari klasifikasi sebagai penyakit menular konsekuensi tinggi (HCID) karena tidak masuk dalam kategori HCID, bukan karena Covid-19 bisa sembuh dengan Paracetamol. Meski Covid-19 tidak masuk dalam kategori HCID, tetapi masih berbahaya, Pemerintah Inggris pun berupaya memutus penularan penyakit tersebut dengan melakukan lockdown pada Januari 2021 karena kasusnya meningkat.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Simak Video Berikut