Hoaks seputar Covid-19 di Luar Negeri yang Beredar di Medsos

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta- Informasi seputar Covid-19 di luar negeri beredar di Indonesia, namun tidak semua tersebut benar. Kita harus melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum mempercayainya.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi Covid-19 di luar negeri, hasilnya tidak semua informasi tersebut benar alias hoaks.

Berikut hoaks seputar Covid-19 di luar negeri hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. Kanada Akhiri Aturan Lockdown Akibat Covid-19 pada 1 Maret 2021

Beredar di media sosial posting-an terkait beberapa aturan lockdown karena Covid-19 di Kanada akan dihentikan mulai 1 Maret 2021. Posting-an ini ramai dibagikan sejak pertengahan Februari lalu.

Salah satu akun yang membagikannya bernama @pamelajacobpurves. Dia mengunggahnya di Facebook pada 18 Februari 2021.

Dalam posting-annya terdapat gambar bertuliskan "Effective March 1, 2021, the Covid lockdown in Canada is over," atau dalam Bahasa Indonesia "Efektif 1 Maret 2021 lockdown covid di Kanada sudah berakhir."

Selain itu, dalam postingan juga terdapat narasi "We the citizens of Canada are now back in charge of our lives" atau dalam bahasa Indonesia "Kami warga Kanada sekarang kembali ke kehidupan biasa."

Lalu, benarkah Kanada akan mengakhiri aturan lockdown akibat Covid-19 pada 1 Maret 2021? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, postingan yang menyebut Kanada akan mengakhiri aturan lockdown karena covid-19 pada 1 Maret 2021 adalah tidak benar.

2. Bintang Bollywood Ini Beri Bantuan 1 Kg Tepung untuk Warga India Terdampak Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com menemukan sebuah klaim yang menyebut bintang Bollywood, Amir Khan membagikan 1 kilogram tepung untuk warga India yang terdampak covid-19.

Klaim ini bisa ditemukan di Instagram atas nama yafakta.id. Begini narasi soal Amir Khan yang beredar pada 17 Februari 2021:

"Bintang Bollywood, Amir Khan, sempat dihujat karena hanya memberikan bantuan 1 kg tepung untuk warga India yang terdampak lockdown. Banyak warga kemudian enggan mengambil batuan dari Amir karena dianggap tidak cukup."

Klaim serupa juga bisa ditemukan di Facebook. Namun dalam akun Facebook milik Wahidin, Amir Khan diklaim menyisipkan uang sebesar 15 ribu rupee atau Rp 3 juta di dalam tepung tersebut.

Begini narasi yang beredar:

"Warga Awalnya Tolak Bantuan Aamir Khan, Dikira Tepung Doang Ternyata Ada Rp3 JutaTak banyak selebriti Bollywood yang memiliki teladan yang baik apalagi di masa pandemi virus Corona Covid-19. Satu di antara yang memiliki teladan baik adalah aktor Aamir Khan.

Laman Times of India, 29 April 2020, belakangan ini media sosial dihebohkan dengan aksi sosial yang diduga dilakukan oleh Aamir Khan. Kabarnya ia memberikan sumbangan dengan cara yang cukup unik.Beredar video yang mengklaim kalau Suami Kiran Rao itu mengirim truk berisi tepung terigu untuk dibagikan para masyarakat yang membutuhkan.

Video viral tersebut menyatakan bahwa pada 23 April datang sebuah truk berisi paket tepung terigu ke Delhi, daerah yang kurang mampu selama krisis Covid-19 ini.Tak sedikit warga yang menolak untuk mengambil paket-paket itu. Alasannya mereka merasa satu kilo tepung terigu tidak akan bermanfaat bagi keluarga mereka.

Tapi orang-orang yang mengambil paket itu dibuat terkejut karena ternyata ada uang senilai Rupee 15.000 atau setara Rp3 juta dalam bentuk tunai yang disembunyikan dalam setiap paket tepungnya.

"Aamir Khan mendonasikan masing-masing 1Kg tepung dan 15000 rupee kepada warga yang membutuhkan di masa lockdown ini," kata laman penggemar Aamir Khan Indonesia.(ALUMNI 212)"

Lalu, benarkah bintang Bollywood, Amir Khan memberikan bantuan sebesar Rp 3 juta di dalam tepung? Simak penelusurannya di halaman berikut.

Klaim bintang Bollywood, Amir Khan dihujat karena membagikan 1 kg tepung berisi uang 15 rupee di tengah pandemi covid-19 merupakan informasi yang salah. Faktanya, Amir Khan memberikan bantuan melalui organisasi resmi.

3. Anggota AL Australia Alami Efek Samping Berat usai Divaksin Covid-19

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim 80 persen anggota Angkatan Laut (AL) Australia menerima efek samping parah usai divaksin covid-19. Postingan ini ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu akun yang membagikannya adalah bernama Marty Huie. Dia mengunggahnya di Facebook pada 10 Maret 2021.

Dalam postingannya terdapat narasi:

“Just received this testimony from a wife of an Australian Navy member.

I have also verified myself that the gentlemen is fact a member of the Australian Navy, which most likely substantiates this statement. Now you decide…”

“80% of Australian navy members who took the vaccine recently have experienced severe side effects the other 20% are mild. They are down about 50% of their members from healthy men and women it’s a bit concerning…”

Atau dalam Bahasa Indonesia

"Baru saja menerima kesaksian ini dari istri seorang anggota Angkatan Laut Australia.

Saya juga telah memverifikasi diri saya sendiri bahwa pria itu benar adalah anggota Angkatan Laut Australia, yang kemungkinan besar mendukung pernyataan ini. Sekarang Anda memutuskan…"

"80% anggota angkatan laut Australia yang mengambil vaksin baru-baru ini mengalami efek samping yang parah, 20% lainnya ringan. Kekuatan mereka turun sekitar 50% dari anggotanya dari pria dan wanita sehat, itu sedikit mengkhawatirkan..."

Lalu benarkah postingan yang mengklaim anggota AL Australia mengalami efek samping parah setelah divaksin covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Postingan yang mengklaim anggota AL Australia mengalami efek samping parah setelah divaksin covid-19 adalah salah.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Simak Video Berikut