Hoaks Seputar Covid-19 Masih Menjamur, Kominfo Turunkan 2.927 konten di Media Sosial

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali merilis data hoaks terbaru seputar covid-19. Dalam laporan periode 23 Januari 2020 hingga 12 Mei 2021 terdapat 1.587 isu hoaks yang ditemukan di media sosial.

Dari isu hoaks tersebut tersebar menjadi 3.377 konten di platform media sosial. Facebook menduduki urutan pertama dengan sebaran hoaks seputar covid-19 mencapai 2.784 konten.

Sementara posisi kedua ditempati oleh Twitter. Dalam platform media sosial berlogo burung itu terdapat 520 konten hoaks seputar covid-19.

Sedangkan di Youtube terdapat 49 konten hoaks seputar covid-19. Selain itu terdapat pula 24 konten hoaks seputar covid-19 di Instagram.

Dari jumlah konten hoaks di atas, Kominfo telah menurunkan 2.927 konten. Sementara 450 konten lainnya sedang ditindaklanjuti. Kominfo juga mencatat ada 113 konten terkait isu hoaks covid-19 yang dibawa ke ranah hukum.

#IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel