Hoaks Seputar Covid-19 yang Beredar dalam Sepekan, Simak Faktanya

·Bacaan 3 menit
Ilustrasi COVID-19. Foto: (Ade Nasihudin/Liputan6.com).

Liputan6.com, Jakarta- Informasi seputar Covid-19 semakin bertambah dan beragam, kondisi ini memicu kemunculan hoaks terakit penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-19 tersebut.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar Covid-19, hasilnya sebagian kabar tersebut terbukti hoaks.

Simak kumpulan hoaks seputar Covid-19 yang beredar dalam sepekan:

1. Ramuan Herbal Bandrek Sebagai Obat Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim ramuan herbal yang digunakan untuk membuat bandrek disebut sebagai obat Covid-19. Dengan kata lain, ramuan herbal ini dapat mencegah seseorang dari infeksi Covid-19.

Klaim berupa video tersebut menampilkan sebuah rebusan campuran bahan-bahan herbal pembuat bandrek dan dilengkapi dengan narasi sebagai berikut:

Mommy matthew masak bandrek cek 😎Bahan-bahannya:

Kulit kayu manis, cengkeh, lada hitam, sereh, jahe merah, gula merah, daun pandan satu lembar, buah palah.

Minumnya tambah kental manis sedikit 🤤 Obat herbal anti covid-19

Selain itu, video juga diikuti dengan keterangan “obat herbal anti covid, markicob 🤤” yang disertai dengan berbagai tanda pagar (tagar), salah satunya adalah #obatcovid.

Klaim tersebut telah diunggah lewat platform TikTok pada 14 Agustus 2021 dan mendapat 474 views serta telah dibagikan sebanyak 13 kali setelah diunggah.

Namun, benarkah informasi terkait ramuan herbal bandrek dapat disebut sebagai obat Covid-19? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

2. Joe Biden Disuntik Vaksin Booster Palsu

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim penyuntikan vaksin booster palsu pada Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 4 Oktober 2021.

Unggahan klaim penyuntikan vaksin booster palsu pada Joe Biden berupa tangkapan layar yang berisi tautan artikel berjudul "fake biden receives fake booster on national television" yang dimuat situs best news here.

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Vaksin Presiden Biden yang Ditayangkan Media Nasional, TERBUKTI PALSU.

Dugaan kita Tidak Salah lagi. Semua Presiden telah melakukan Drama."

Benarkah klaim penyuntikan vaksin booster palsu pada Joe Biden? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

3. Vaksin Covid-19 Sebabkan Darah Kental dan Memperpendek Umur

Klaim tentang vaksin Covid-19 dapat menyebabkan darah kental dan memperpendek umur beredar di media sosial. Klaim tersebut beredar lewat pesan berantai di aplikasi WhatsApp pada 7 Oktober 2021.

Dalam pesan tersebut menampilkan foto dua kantong darah. Kantor pertama tertulis sebagai darah yang belum divaksin dan kantong kedua diklaim darah yang sudah divaksin.

"Mohon ma'af sebelumnya, Saya hanya sampaikan ala adanya bukan menakut nakin... Dampak nya vaksin akan menjadi kental "DARAH" menyebabkan mudah datang penyakit dan perpendek masa umur," demikian narasi dalam pesan tersebut.

Benarkah vaksin Covid-19 dapat menyebabkan darah menjadi kental dan memperpendek umur? Berikut hasil penelusurannya di sini.

4. BPOM Hentikan Peredaran Vaksin Covid-19 dari Tiongkok

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video pemberitaan BPOM menghentikan peredaran vaksin Covid-19 dari Tiongkok.Video tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 5 Juni 2021.

Unggahan video klaim video pemberitaan BPOM menghentikan peredaran vaksin Covid-19 dari Tiongkok menampilkan siaran berita Kompas Tv, pada video tersebut terdapat tulisan "BPOM HENTIKAN PEREDARAN OBATA COVID-19 DARI TIONGKOK".

Video diberi keterangan sebagai berikut:

"Dilarang keras MISUH...

#vaksintiongkok"

Benarkah klaim video pemberitaan BPOM menghentikan peredaran vaksin Covid-19 dari Tiongkok? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel