Hoaks Seputar Pemilu AS: Donald Trump Ngamuk hingga 14 Ribu Orang Meninggal Ikut Pemungutan Suara

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat (AS) baru saja menggelar Pemilihan Presiden pada 3 November 2020. Berbagai kabar yang masih belum jelas buktinya beredar di media sosial mewarnai pemilu AS. Satu di antaranya video yang diklaim Donald Trump mengamuk karena kalah Pilpres.

Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Eddy Mujoko pada 9 November 2020. Video yang diunggah menayangkan seorang lelaki dengan wajah mirip Donald Trump sedang menghancurkan barang-barang yang ada di dalam ruangan, di antaranya bendera Amerika Serikat dan televisi.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Pagi² Dapat Sarapan....Mengeyangkan..

Hadeeuh....Donal Trump Ngamuk kalah..Pilpres...

Bisa Power Sindrome.....

Gawat..Sob....."

Namun, hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Donald Trump mengamuk karena kalah pilpres tidak benar. Video tersebut beredar sejak 2017, sebelum ada keputusan Donald Trump kalah dalam Pilpres 2020.

Video ini merupakan komedi, menampilkan Donald Trump yang diperankan komedian Anthony Atamanuik. Informasi video Donald Trump mengamuk karena kalah pilpres masuk dalam kategori Partly False.

Selain video diklaim Donald Trump mengamuk karena kalah Pilpres, ada sejumlah kabar hoaks lainnya seputar Pilpres AS yang telah ditelusuri Cek Fakta Liputan6.com. Berikut rangkumannya:

Foto Kampanye Donald Trump Berbahasa Indonesia

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto kampanye  Donald Trump berbahasan Indonesia
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto kampanye Donald Trump berbahasan Indonesia

Cek Fakta Liputan6.com mendapati foto kampanye Donald Trump menggunakan bahasa Indonesia.

Foto kampanye Donald Trump menggunakan bahasa Indonesia tersebut diunggah akun Facebook Monica Dian Adelina, pada 5 November 2020.

Foto yang diunggah menampilkan gambar Trump sedang berdiri mengenakan jas dan dasi. Dalam gambar tersebut terdapat tulisan sebagai berikut:

"PRESIDEN PILIHAN RAKYAT DONALD TRUMP JUJUR, MERAKYAT SEDERHANA"

Kemudian dalam gambar tersebut terdapat tanda panah yang menunjuk dari

(di foto bagian bahu)-------> TIDAK PAKAI PERHIASAN

(di foto bagian badan)------> KEMEJA 100.000

(di foto bagian lutut)------> CELANA 110.000

(di foto bagian kaki)-------> SEPATU 160.000

Gambar tersebut terlihat dipasang pada sisi luar bangunan bertingkat, yang berada di pinggir jalan.

Foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Pic legend 2014 nih"

Setelah ditelusuri Cek Fakta Liputan6.com, foto kampanye Donald Trump menggunakan bahasa Indonesia tidak benar.

Foto tersebut masuk kategori Altered, hasil editan bertujuan untuk mengelabuhi orang, foto yang sebenarnya adalah Weird Genius terpampang di papan iklan elektronik (billboard) di Times Square, Manhattan, New York.

14 Ribu Orang Meninggal Dunia di Michigan Ikut Pemilu AS

Hoaks pemilu AS. (Facebook)
Hoaks pemilu AS. (Facebook)

Hasil pemilihan umum Amerika Serikat (AS) memastikan Joe Biden melenggang ke Gedung Putih. Joe Biden mengalahkan Donald Trump di pemilu AS ini.

Sesuai hasil Pemilu AS, Biden unggul telak dari Trump yang mendapatkan 214 suara elektoral. Begitu pun dari sisi suara populer (popular votes), Biden memimpin 50,6 persen berbanding 47,4 persen.

Setelah hasil pemilu AS diumumkan, ada postingan di Facebook menyebut sebanyak 14 ribu orang yang telah meninggal dunia masih ikut memberikan suara. Disebutkan 14 ribu orang meninggal dunia tercatat memberikan suaranya di Wayne County, Michigan.

Salah satu akun yang mengunggah isu tersebut adalah Malvine Kirsch. Begini narasinya:

"Berikut ini adalah daftar 14 ribu orang meninggal dunia yang memberikan suara di Wayne County (Detroit)."

Dalam unggahannya itu, ada tautan yang mengarah ke website yang tidak valid. Halaman tersebut meminta pengguna untuk memverifikasinya dengan melakukan penelusuran nama-nama di pusat informasi pemilih Michigan.

Setelah ditelusuri, unggahan yang mengklaim ada 14 ribu orang meninggal dunia ikut pemilu AS di Wayne County, Michigan adalah salah. Tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim ini.

Kantor Sekretaris Negara Michigan telah membantah melakukan perhitungan suara dari orang yang sudah meninggal dunia.

(Indah Suci Safitri)

Saksikan video pilihan berikut ini: