Hoaks Seputar Vaksinasi yang Beredar di Media Sosial dalam Sepekan, Simak Faktanya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Di masa pandemi Covid-19, penyebaran infodemik masih marak terjadi di tengah masyarakat, khususnya terkait vaksin Covid-19. Berbagai platform media sosial seperti Facebook, Whatsapp, Instagram, dan Twitter menjadi tempat beredarnya infodemik, entah hoaks, disinformasi, dan misinformasi.

Tim Cek Fakta Liputan6.com telah menelusuri sejumlah hoaks mengenai vaksinasi yang beredar di media sosial dalam sepekan. Berikut tiga di antaranya:

1. Telepon dari Kemenkes Tanyakan Status Vaksinasi Covid-19

Klaim berupa pesan berantai terkait telepon dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ditemukan melalui aplikasi percakapan dalam beberapa waktu lalu.

Berikut isi pesan berantai tersebut:

"Baru saja, teman saya menerima telepon untuk menanyakan apakah dia telah divaksinasi. Jika dia sudah divaksin, tekan 1. Jika dia belum divaksinasi, tekan 2. Akibatnya, dia menekan

1. Ponsel diblokir, dan informasi PayMe dan perbankan online yang sering digunakannya ditransfer.

Semua Orang Perhatian~ Cepat dan teruskan ke lebih banyak orang!

Penipuan gaya baru”

Setelah dilakukan penelusuran oleh Tim Cek Fakta Liputan6.com, ditemukan bahwa pesan berantai tersebut merupakan informasi yang salah atau hoaks.

Faktanya, menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, informasi tersebut adalah hoaks karena masyarakat hanya mendapat sertifikat vaksin yang dapat diakses dari aplikasi atau website resmi dari PeduliLingdungi.

Berikut artikelnya:

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4649447/cek-fakta-tidak-benar-telepon-dari-kemenkes-tanyakan-status-vaksinasi-covid-19

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Selanjutnya

2. Bill Gates Tolak Anaknya Divaksinasi

Klaim ini berasal dari Facebook yang mengatakan, Bill Gates menolak anaknya untuk divaksinasi. Klaim ini disebarkan melalui Facebook pada 6 Agustus 2021.

Dalam unggahan tersebut terdapat cuplikan layar berita berjudul "Bill Gates Refused To Vaccinate His Own Children". Selain itu, terdapat juga narasi "Bill Gates anjurkan seluruh umat dunia untuk ambil suntikan vaksin tetap x benarkan diri dn anak2nya ambilnya... kenapa begitu?"

Terdapat tambahan narasi sebagai berikut:

"Ni la laknatullah bill Gates yg kaya raya dgn jualan vaksin ke semua negara, supaya kita semau8 mati sikit demi sedikit,,,tapi anak anak bini dia sendiri tak bagi cucuk vaksin.laknat nye Bill Gates,ni konco DSI ni sekutu Anwar."

Faktanya, klaim tersebut merupakan hoaks atau tidak benar. Tim Cek Fakta Liputan6.com telah menelusuri fakta lewat berbagai cara yaitu melihat informasi lewat media sosial atau tautan berita dari media lain.

Berikut artikelnya:

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4648599/cek-fakta-tidak-benar-bill-gates-tolak-anaknya-divaksinasi

3. Turki Pesan Vaksin Nusantara 5,2 Juta Dosis

Klaim tersebut menyatakan bahwa Turki telah memesan Vaksin Nusantara sebanyak 5,2 juta dosis. Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim tersebut lewat unggahan Facebook pada 25 Agustus 2021. Dalam posting-an tersebut terdapat artikel berjudul “Turki Mau Pesan 5,2 Juta Dosis Vaksin Nusantara”

Selain itu, ada akun lain yang mengunggah hal serupa tetapi ditambahkan sedikit narasi. Berikut isi tambahan klaim tersebut:

"Turki Pesan 5,2 Juta Vaksin Nusantara Gagasan dr. Terawan, Mantan Menkes RI.

Sementara Indonesia bekerjasama dgn China akan membangun Pabrik pembuatan Vaksin April 2022.

Yaa Allah...Ngenes amat punya presiden kek gini"

Setelah ditelusuri lebih dalam oleh Tim Cek Fakta Liputan6.com, ditemukan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks. Duta Besar Republik Indonesia menyatakan bahwa Turki tidak pernah berencana untuk membeli Vaksin Nusantara.

Berikut aritkelnya:

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4645791/cek-fakta-tidak-benar-turki-pesan-vaksin-nusantara-52-juta-dosis

(MG/ Amadea Claritta)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel