Hoaks Terbaru Bantuan di Tengah Pandemi Covid-19, Simak Faktanya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Pandemi Covid-19 membuat lesu geliat perekonomian, kondisi ini mengakibatkan sejumlah orang mengalami penurunan pendapatan bahkan ada yang sampai kehilangan pekerjaan.

Informasi bantuan di tengah pandemi Covid-19 pun menjadi angin segar. Namun tidak semua informasi tersebut benar alias hoaks yang justru membuat kita rugi jika mempercayainya.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi tentang bantuan di tengah pandemi Covid-19, hasilnya informasi tersebut berbukti hoaks.

Berikut hoaks bantuan di tengah pandemi Covid-19:

1. Bantuan Rp 5,5 Juta dari Bank BRI

Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan pesan berantai yang menjanjikan uang Rp. 5.500.000 dari Bank BRI. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak tengah pekan ini.

Salah satu yang mengunggahnya adalah akun bernama Matho Flamboyan. Dia mempostingnya di Facebook pada 15 April 2021.

Dalam postingannya terdapat tautan: "https://i-vip1.top/wj/11wm123/?p=1"

Saat diklik tautan tersebut terdapat narasi:

"Kami secara acak memilih 100 pengguna setiap hari untuk memberi Anda bantuan keuangan. Mohon hargai kesempatan Anda! Klik untuk melihat apakah Anda memenuhi syarat. :Rp.5.500.000"

Lalu benarkah pesan berantai yang menjanjikan uang Rp. 5.500.000 dari Bank BRI? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, pesan berantai yang menjanjikan uang Rp. 5.500.000 dari Bank BRI adalah hoaks.

Pihak Bank BRI menyatakan informasi tersebut tidak benar.

2. Pendaftaran Subsidi Pulsa 200 Ribu dan Kuota 95 GB dari Kemendikbud

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi tautan pendaftaran subsidi pulsa 200 ribu dan kuota 95 GB dari Kemendikbud, informasi tersebut tersebar lewat jejaring sosial WhatsApp.

Berikut informasi tersebut:

Informasi tautan pendaftaran subsidi pulsa 200 ribu dan kuota 95 GB dari Kemendikbud yang beredar tersebut berupa tauan yang terdapat keterangan sebagai berikut:

"KEMENDIKBUD

Program kuota belajar pulsa 200RB dan kuota 95GB untuk dosen, guru, siswa, mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh periode bulan maret-april!"

Bernarkah informasi tautan pendaftaran subsidi pulsa 200 ribu dan kuota 95 GB dari Kemendikbud? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com informasi tautan pendaftaran subsidi pulsa 200 ribu dan kuota 95 GB dari Kemendikbud tidak benar.

Pihak Kemendikbud menyatakan tautan pendafratan subsidi pulsa 200 ribu dan kuota 95 GB dari Kemendikbud hoaks, informasi subsidi kuota internet bagi siswa, mahasiswa, guru dan dosen hanya pada situs kuota-belajar.kemdikbud.go.id.

3. Bantuan Selama Pandemi dari Bank BJB

Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan pesan berantai berisi informasi pembagian bantuan mengatasnamakan Bank BJB. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak akhir pekan lalu.

Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Nico Ramandey Ramandey. Dia mengunggahnya di Facebook pada 11 April 2021.

Berikut isi postingannya:

"Bantuan sosial finansial sebesar Rp 5.500.000. 2 NIK untuk 1 KK Daftar lengkaphttps://bankbjb.club/bantuan/?bjb."

Lalu pesan berantai berisi informasi Bank BJB memberikan bantuan selama pandemi? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, pesan berantai berisi informasi Bank BJB memberikan bantuan selama pandemi adalah hoaks.

4. Cara Mendapat Subsidi Listrik Lewat Tautan Ini

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi cara mendaftar subsidi listrik, klaim tersebut beredar lewat jejaring sosial aplikasi percakapan WhatsApp.

Berikut informasi cara mendaftar subsidi listrik:

Benarkah informasi cara mendaftar subsidi listrik? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi cara mendaftar subsidi listrik tidak benar.

Tautan situs yang dicantumkan dalam informasi cara mendaftar subsidi listrik tersebut bukan situs resmi program kompensasi tarif listrik.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Simak Video Berikut