Hoaks Terkini Seputar Lowongan Kerja

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Informasi seputar lowongan kerja tentu menjadi salah satu yang dicari, namun tidak semua informasi tersebut benar. Sebab itu kita harus waspada agar tidak menjadi korban hoaks.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi lowongan kerja, hasilnya sebagian informasi terbukti hoaks.

Berikut hoaks lowongan kerja terkini hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. Surat Pemanggilan Tes Calon Karyawan PT Jasa Raharja

Cek Fakta Liputan6.com mendapati surat pemanggilan tes calon karyawan PT Jasa Raharja, surat tersebut beredar di tengan masyarakat.

Surat pemanggilan tes calon karyawan PT Jasa Raharja tersebut berisi waktu dan tempat tes, daftar nama calon peserta tes. Selain itu peserta juga wajib melakukan konfirmasi kehadiran ke HRD, seperti berikut:

"KETERANGAN:

 Peserta wajib untuk melakukan sms konfirmasi kehadiran ke HRD.Dengan Format sms: (JASARAHARJA#NAMA#NO.TES# PROVINSI#HADIR/TIDAK).

 Peserta wajib melakukan Pemesanan Ticket ke staff hrd.

 Peserta di perbolehkan memilih salah satu keluarga untuk pendamping. Dan tetap di fasilitasi pihak perusahaan.

HRD Nama : R.A. Wulandari Esti Rizkiwati Kontak Person : 082332375553(Sms)

STAFF HRD Nama : Muh YusufKontak Person : 085321323131 (Call/WhatsAap)."

Benarkah surat pemanggilan tes calon karyawan PT Jasa Raharja? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, surat pemanggilan tes calon karyawan PT Jasa Raharja tidak benar.

Surat tersebut tidak resmi berasal dari Jasa Raharja dan modus penipuan.

2. KPK Buka Lowongan Penyuluh Antikorupsi untuk Napi Koruptor di Atas Rp 1 Miliar

Beredar di media sosial postingan lowongan pekerjaan sebagai penyuluh antikorupsi bagi napi koruptor di atas Rp 1 miliar dari KPK. Postingan ini ramai dibagikan sejak tengah pekan kemarin.

Salah satu akun yang mengunggahnya bernama Aden Untung. Dia mempostingnya di Facebook pada 25 Agustus 2021.

Dalam postingannya terdapat gambar dengan logo KPK dengan narasi sebagai berikut:

"Lowongan

Penyuluh Antikorupsi

Syarat:

1. Pernah korupsi di atas Rp 1 Miliyar2. Berkelakuan baik3. Hampir rampung jalani masa hukuman4. Lulus Tes Psikologi

Kirimkan berkas lamaran kepada:

Wawan Wardiana

Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Jln. Kuningan Persada Kav-4, Jakarta 12950"

Selain itu akun tersebut menambahkan narasi:

"Benarkah ini dari KPK.?

Kalau benar maka Indonesia diambang kehancuran.. kehancuran moral.."

Lalu benarkah KPK membuka lowongan penyuluh antikorupsi bagi napi koruptor di atas Rp 1 miliar? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, postingan yang menyebut KPK membuka lowongan penyuluh antikorupsi bagi napi koruptor di atas Rp 1 miliar adalah hoaks.

3. Informasi Lowongan Kerja PT INTI

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi lowongan kerja PT INTI (Persero) dari akun Instagram @ptinticareer.official beredar di tengah masyarakat

Akun Instagram @ptinticareer.official memuat informasi tentang perusahaan PT INTI (Persero). termasuk lowongan kerja.

Informasi lowongan kerja PT INTI (Persero) dari akun Instagram @ptinticareer.official? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi lowongan kerja PT INTI (Persero) dari akun Instagram @ptinticareer.official tidak benar.

PT INTI(Persero) menginformasikan kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap akun media sosial yang membuka lowongan pekerjaan atas nama PT INTI (Persero) dengan modus penipuan.

4. Akun Palsu Catut Nama PT Jasa Raharja Tawarkan Lowongan Pekerjaan

PT Jasa Raharja meminta masyarakat mewaspadai akun palsu yang memberikan informasi lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut. Apalagi jika ada yang meminta imbalan jika melamar pada lowongan itu.

Hal itu disampaikan PT Jasa Raharja melalui akun resminya di Instagram, @pt_jasaraharja yang sudah bercentang biru atau terverifikasi. PT Jasa Raharja menyebut akun palsu yang beredar mempunyai nama @jasaraharja_career.

Bahkan akun tersebut punya tampilan mirip dengan akun asli. Pengikutnya juga cukup banyak yakni lebih dari tiga ribu akun.

"Halo Jasfren, Jasmin ingin menghimbau kepada kalian agar berhati-hati dan waspada terhadap modus penipuan terkait lowongan pekerjaan PT Jasa Raharja," bunyi postingan PT Jasa Raharja beberapa waktu lalu.

"Informasi lowongan pekerjaan hanya melalui Official Sosial Media Jasa Raharja ya Jasfren. Apabila mendapatkan informasi diluar sosial media PT Jasa Raharja diharapkan untuk melaporkan melalui DM atau hubungi call center 1500020."

PT Jasa Raharja juga menjelaskan pengumuman lowongan pekerjaan atau informasi lainnya hanya dipublikasikan melalui akun @pt_jasaraharja. Mereka juga menyebut proses seleksi rekrutmen karyawan tidak memungut biaya apapun.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel